Palu,portalsulawesi.id-Kampus Universitas Tadulako (Untad) akan menjalin kerjasama dengan Pemerintah Daerah yang berkaitan dengan Penerimaan Calon Mahasiswa Baru (Maba). Kerja sama itu dilakukan kusus untuk penerimaan Maba melalui jalur Seleksi Mandiri Masuk Perguruan Tinggi (SMMPTN). Hal itu dikatakan Rektor Universitas Tadulako Prof Dr Ir H Mahfudz, MP, saat ditemui diruang kerjanya.
Menurut Prof Mahfudz selaku Rektor Untad, kerja sama itu masi dalam proses perintisan, dan palinglambat dua bulan kedepan akan terjalin kerja sama tersebut. Jalur kerjasama itu akan dilakukan kesetiap Pemeritah Daerah yang ada di Sulawesi Tengah (Sulteng).
“Kita akan adakan jalin kerja sama kesetiap Pemerintah Daerah di Sulteng ini, dan saat ini masi dalamproses perintisan. Isyaallah, paling lambat dua bulan kedepan, dan jalur kerjasama ini kusus untuk Seleksi Mandiri Masuk Perguruan Tinggi,” jelas Prof Mahfudz
Sehingga, tambah Prof Mahfudz, membuka keran untuk kerja sama dengan Pemda yang ada di Sulteng ini dalam rangka untuk merekrut Alumni Sekolah Menengah Atas (SMA), SMK, yang berprestasi. Maka mungkin saja ada tamatan SMA.SMK disetiap Kabupaten yang tidak lolos di SNMPTN maupun SBMPTN dapat kita member kesempatan lewat jalur SMMPTN.
“Meraka tidak lolos di SNMPTN dan SBMPTN, kita buka mereka melalui jalur SMMPTN itu, agar direkomendasi oleh Pemda. Jadi, mungkin Bupati akan meminta kesekolah-sekolah untuk kirimkan siapa-siapa yang berprestasi baik Akademik, maupun Non Akademik. Mungkin masuk 10 besar misalnya, jadi itu yang kita rekrut,” tutur Rektor baru Untad itu.
Olehnya, kata Rektor, manfaat yang kita dapatkan, kita sudah bisa mengukur prestasi dan potensinya. Dan yang terpenting adalah potensi, sebab kemampuan atau kepintaran antara sekolah- sekolah disetiap Kabupaten tersebut berbeda beda. Bahkan Untad juga akan menerima Maba yang berprestasi olahraga dan seni. Sehingga dengan demikian, nantinya dapat mempermudah bagi Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dalam melihat siswanya disaat ada perlombaan.
“Mudah-mudahan kami bisa mengetuk hati Bupati, karena Bupatikan masuk Anggota Dewan Penyantun. Sehingga kita harapkan mahasiswa yang direkrut berprestasi kategori tidak mampu mungkin saja pemda bisa memberikan santunan kepada anak daerahnya, misalnya menanggani Uang Kuliah Tunggalnya(UKT),” harapnya.***
Penulis : Hanest CR 1








