[contact-form][contact-field label=”Nama” type=”name” required=”true” /][contact-field label=”Surel” type=”email” required=”true” /][contact-field label=”Situs web” type=”url” /][contact-field label=”Pesan” type=”textarea” /][/contact-form]
PALU, portalsulawesi.id – Diduga karena habis ngefox, enam orang pemuda yang menjadi biang penyebab terjadinya kebakaran tersebut, semua pada kabur entah kemana. Dan meninggalkan tangis duka bagi si pemilik rumah yang habis terbakar seketika diamuk si jago merah termasuk diantaranya asrama Sindue yang terletak di Jalan Yojokodi Lorong Berdikari, juga habis dilalap si jago merah. Kejadian Selasa (5/3/2019), sekitar pukul 17.00 wita.
Dari keterangan saksi, Najwa Khila (10), gadis cilik yang masih duduk kelas 4 SDN 25 Palu, mengaku melihat kejadian tersebut. Dalam kondisi yang masih trauma, Najwa mengisahkan kronologis kejadiannya disela isak tangisnya karena merasa sedih melihat rumah keluarganya juga habis dilalap api.
Awal kisahnya, Najwa mengaku sempat kaget saat mendengar suara ledakan dari rumah kosong yang terletak di depan rumahnya. Najwa kemudian berlari keluar dari rumah mencari tahu asal suara ledakan tersebut.
” Pada saat kejadian itu, saya melihat ada enam orang laki-laki berhamburan keluar dari rumah kosong itu (asrama sindue-red). Mereka sudah dalam keadaan mabuk karena sebelum kejadian mereka habis mengisap lem fox,” kata Najwa sambil terisak.
Sebelum kejadian, kata Najwa lagi, dia sempat melihat ke enam orang laki-laki itu sedang ngefox di dalam asrama Sindue yang memang sudah tak berpenghuni (kosong-red). Sambil ngefox mereka lalu membakar petasan, hingga akhirnya terdengar suara ledakan dari arah rumah kosong itu.
” Waktu terjadi suara ledakan yang ditimbulkan dari petasan yang mereka bakar, lalu saya lihat mereka semua sudah pada langsung lari berhamburan. Tidak berapa lama langsung kelihatan asap mengepul disertai api yang semakin membesar karena kebetulan pada saat kejadian angin kencang. Jadi apinya terus membesar dan menghanguskan seluruh asrama sindue. Dan api itu terus menjalar ke rumah-rumah yang ada di sekitarnya,” kisah Najwa.
Melihat kejadian itu. Najwa yang masih dalam keadaan panik berlari kesana kemari meminta pertolongan kepada para tetangga sambil berteriak “ada kebakaran disana”.
Tidak lama kemudian orang-orang sudah mulai berdatangan hendak memadamkan api, namun apa daya kecepatan pergerakan api itu terus membesar karena tiupan angin yang saat itu cukup kencang.
Beruntung pihak pemadam kebakaran segera tiba di lokasi. Meski agak sedikit kesulitan dalam menjangkau lokasi/rumah yang terbakar, namun pihak pemadam kebakatan terus berupaya semaksimal mungkin, hingga akhirnya merekapun berhasil memadamkan api yang sempat menghanguskan sebanyak 3 rumah lainnya yang ada di sekitarnya.(nila)
REDAKTUR : NILAN








