Menyajikan Fakta Menyuarakan Nurani

Sinergitas Masyarakat dan Satgas TMMD ,Buka Kembali Akses “Jalan Jepang” di Palolo

Anggota kodim 1306/Dgl mengawasi alat berat yang melakukan pekerjaan pembukaan ruas jalan desa yang menghubungkan beberapa desa di kecamatan Palolo (foto:Serka Junaid/Babinsa 1306/Dgl-02)

Sigi,portalsulawesi.id– Salah satu sasaran program TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) ke 104 yang dilaksanakan Kodim 1306 Donggala dibawah Komando Letkol Kav I Made Maha Yudhiksa,S.Sos,M.M adalah pembukaan kembali ruas jalan sepanjang 11 kilometer yang menghubungkan beberapa desa di Kecamatan Palolo.

Desa Desa yang terhubung dengan Ruas Jalan yang telah dibuka oleh personil TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas TMMD Ke 104 di Palolo yang dibantu Masyarakat adalah Desa Kapiroe,Desa Bobo ,Desa Bakukulu dan Berakhir di desa Sigimpu.

Akses jalan yang kembali dirintis oleh TNI Sinergi dengan Masyarakat ke empat desa tersebut merupakan jalan alternative,masyarakat local Palolo menamai akses jalan tersebut dengan nama Jalan Jepang.

Hasil penelusuran portalsulawesi,masyarakat setempat menamakan Jalan tersebut dengan nama Jalan Jepang dikarenakan dahulu lintasan Jalan tersebut dipergunakan sebuah perusahaan kayu untuk menjadi jalan utama pengangkutan kayu lognya,perusahaan tersebut banyak mempekerjakan karyawan asing berwarga negara Jepang.

Selain dikenal dengan istilah Jalan Jepang,Akses Jalan tersebut biasa disebut dengan Jalan kebun sari ,sebuah penyematan nama jalan oleh perusahaan PT Iradat Puri yang membentang dari Dataran Napu hingga ke Kelurahan Tondo Kota Palu.

Akses Jalan perusahaan tersebut dulunya melewati Desa Sedoa Kecamatan Lore utara Poso,melintasi Desa Tongoa,Desa Uenuni (dahulu dikenal dengan Palolo Banpres),Desa Kamarora,Desa Sintuwu,Desa Kapiroe,Desa Bobo,Desa Bakubakulu,Desa Sigimpu,Desa Bora,Desa oloboju,Desa Sidera,desa lolu,desa Mpanau Kabupaten Sigi,Kelurahan Petobo kota Palu,Kelurahan Kawatuna,Kelurahan Tanamodindi hingga berkahir di kelurahan Tondo Kota Palu.

Setelah perusahaan kayu PT Iradat Puri tutup,akses jalan perusahaan atau biasa disebut jalan jepang/kebun sari mulai tidak terurus dan kembali ditumbuhi semak belukar,apalagi pemerintah Propinsi Sulawesi tengah telah membangun Akses Ruas Jalan propinsi Palu-Palolo-Napu.

Masyarakat Palolo mempergunakan bekas jalan perusahaan tersebut sebagai jalan alternative,dikarenakan disekitar jalan tersebut terdapat kebun masyarakat dan berbatasan langsung dengan Kawasan Taman Nasional Lore Lindu (TNLL).

Kehadiran personil TNI dalam kegiatan TMMD ke 104 dipalolo yang memasukkan salah satu sasaran kegiatannya adalah pembukaan Jalan sepanjang 11 Kilometer yang menghubungkan beberapa Desa di Palolo.

Dengan dibuka kembalinya Akses Jalan tersebut disambut antusias warga Palolo,terutama warga yang memiliki tanah perkebunan di sekitar “Jalan Jepang” tersebut,masyarakat akhirnya dapat mempergunakan kembali jalan tersebut dengan kondisi jalan yang lebih baik.

Dadang,salah satu warga desa Bakubakulu yang ditemui portalsulawesi mengaku sangat senang dengan dibukanya kembali akses jalan jepang tersebut oleh TNI,keberadaan jalan tersebut sangat membantu meningkatkan produktifitas masyarakat Palolo khususnya petani pekebun yang mengandalkan hidupnya dari hasil kebun disekitat desa mereka.

“dengan adanya jalan ini,kami masyarakat senang karena bisa mengangkut hasil kebun kami dengan kendaraan yang lebih besar,karena selama ini kami melintasi jalan ini dengan motor dan harus berhati hati karena jalannya sempit,licin dan curam “ ujar dadang,salah satu penduduk yang mengandalkan hidup dengan berkebun.

Dilapangan,tampak Serka Junaid,salah satu babinsa yang merupakan putra asli palolo tampak sigap mendampingi masyarakat melakukan kerja bakti secara gotong royong,dengan berbaju loreng dan bersepatu Boat.

“saya kebetulan lahir dipalolo,jadi hampir semua warga disini keluarga kami,jadi dengan adanya TMMD ini saya sangat bersyukur dapat melibatkan keluarga saya dalam bekerja membangun desa ” ujarnya merendah.

TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) menargetkan  pembangunan  jalan sepanjang 11,158 km di wilayah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, tepatnya dari desa Bora, Kecamatan Biromaru sampai dengan desa Kapiroe, Kecamatan Palolo kabupaten Sigi.

“Jadi nanti ada pembukaan jalan sepanjang 11 km, kemudian pembangunan jembatan ada empat,   rehap jembatan empat, dan ada satu lagi kita buat  nanti namanya rumah tiga pilar,” kata Pangdam XIII/Merdeka, Mayjen TNI Tiopan Aritonang, kepada wartawan disela-sela menghadiri upacara pembukaan TMMD di Desa Bobo, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Selasa (26/02/2019).

Masyarakat Desa Bobo didampingi Babinsa Serka Junaid Turra melaksanakan Aksi Gotong royong membersihkan aliran sungai dari sampah (ist)

Komandan Kodim 1306/Donggala Letkol Kav I Made Maha Yudhiksa,S.Sos,M.M berharap,dengan terbukanya akses jalan oleh TNI pada kegiatan TMMD,dapat ditindak lanjuti oleh pemerintah daerah kabupaten Sigi dengan melakukan peningkatan jalan sehingga Akses jalan tersebut bisa bertahan lama.

“saya berharap dengan terbukanya akses jalan tersebut,pemerintah daerah Sigi dapat melajutkan perencanaan pemanfaatan jalan dengan proyek peningkatan jalan daerah,sehingga pembukaan jalan tersebut dapat dipergunakan dalam waktu yang lama ,sayang kalo jalan tersebut nantinya menjadi hutan kembali  “ ungkap Dandim 1306/DGL tersebut.***

Penulis : Heru

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *