Sigi,portalsulawesi.id- Rangkaian Kegiatan TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) ke 104 Tahun 2019 yang dilaksanakan di Desa Bobo Kecamatan Palolo Kabupaten Sigi,wilayah ini masuk dalam wilayah Komando Distrik Militer (Kodim) 1306/Donggala .
Pembukaan TMMD dihadiri langsung Panglima Daerah Militer (Pangdam)XIII/Merdeka Mayor Jenderal TNI Tiopan Aritonang, pada Selasa (26/02/2019).
Bertindak sebagai Inspektur upacara pembukaan TNI Manunggal Masuk Desa ,Sekertaris Propinsi Sulawesi Tengah ,Drs.Moh.Hidayat Lamakarate ,M.Si yang mewakili gubernur Sulawesi Tengah, serta bertindak sebagai Komandan Upacara Dandim 1306/Donggala Letkol Kav I Made Maha Yudhiksa.
Turut hadir Danrem 132/Tadulako Kolonel Agus Sasmita,Wakil Bupati Sigi Paulina SE.M.Si, Danlanal Palu, Forkopimda Kabupaten Sigi, Ketua DPRD Sigi, Perwakilan Kajati Sulawesi Tengah, Kepala OPD Provinsi Sulawesi Tengah dan Kabupaten Sigi, Camat dan Kepala Desa serta Tokoh Agama dan Tokoh adat seKecamatan Palolo.
Kehadiran Pangdam XIII/Merdeka,Mayjen TNI Tiopan Aritonang disambut dengan Tarian Adat Meaju ,sebuah tarian adat khas suku kaili yang dipersembahkan sebagai penghormatan tertinggi masyarakat Palolo atas kehadiran para tamu yang menghadiri Pembukaan TNI Manunggal Masuk Desa (TMDD) ke 104 di Palolo.
Tarian MeAju pada prosesi penyambutan Pangdam XIII/Merdeka di Acara Pembukaan TMMD dibawakan langsung oleh para sesepuh adat sedataran Palolo,para tokoh adat yang lazim disebut To Pe Aju adalah para orang tua adat yang menjadi panutan didesa masing masing.
Para Tadulako yang membawakan Tarian Meaju membekali diri dengan Tombak,Parang adat yang dalam Bahasa kaili disebut Guma,Tameng yang dalam Bahasa lokal disebut Kaliavo serta berpakaian adat lengkap dengan ikat kepala khas Suku Kaili atau biasa disebut Siga.
Filosofi penjemputan Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Tiopan Aritonang dengan tarian adat Meaju bermakna sangat mendalam,sebab tarian adat ini hanya diperuntukkan bagi Bangsawan sekelas Raja (Magau) atau Panglima Perang yang datang usai memenangkan pertempuran.
“ Tarian Meaju merupakan sebuah tarian sakral yang diperuntukkan kepada pembesar yang dianggap berjasa dalam memenangkan pertempuran pada masa dahulu,tarian ini tidak sembarang dipakai dalam penjemputan adat,hanya boleh dilakukan kepada para Tadulako dan Magau yang menang perang” Jelas Budayawan Kaili,Jamrin AB kepada Portalsulawesi.
Penyambutan Pangdam XIII/Merdeka dan rombongan di dataran Palolo dalam rangka menghadiri pembukaan TMMD ke 104 dinilai tepat ,karena Mayjen TNI Tiopan Aritonang merupakan para prajurit TNI yang membaktikan diri sebagai penjaga kedaulatan negara,kehadiran para prajurit di dataran Palolo dalam rangka TMMD merupakan sebuah cerminan kehadiran para penjaga kedaulatan negara kepada rakyat dalam kebersamaan membangun desa.
“Makna TNI Manunggal Masuk Desa sangat tepat dengan filosofi tarian Meaju,tokoh adat sadar sepenuhnya kehadiran Pangdam XIII/Merdeka dan rombongan sebagai simbol pemimpin yang mensuport pasukannya dalam melaksanakan kerja kerja sosial di masyarakat “ Ujar Jamrin.
Hal senada disampaikan Tokoh masyarakat Palolo.Torki Turra,menurutnya kehadiran para prajurit yang tergabung dalam program TMMD didaerahnya disambut dengan antusias warga,khususnya didesa desa yang menjadi sasaran program kerja TMMD,sehingga seluruh masayarakat di Palolo berharap apa yang dilaksanakan para Prajurit TNI dan Polri pada desanya dapat ditindak lanjuti pemerintah daerah baik tingkat kabupaten maupun propinsi.
“Program kerja TMMD ke 104 di Palolo ini sangat menyentuh langsung keinginan masyarakat Palolo khususnya di beberapa desa bertetangga ini,pembukaan kembali akses jalan alternative yang menghubungkan desa Kapiroe,Bobo,Bakukulu serta Sigimpu adalah keinginan masayarakat sejak dahulu,pasalnya akses jalan ini melewati langsung kebun warga yang selama ini terkendala akses jalan dalam membawa hasil bumi dari kebunnya “ Ungkapnya.
TMMD ke 104 Kodim 1306/Donggala ditandai dengan upacara pembukaan dengan mengusung tema“Melalui TMMD Kita Tingkatkan Kebersamaan Umat serta Semangat Gotong Royong dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara Guna Mewujudkan Ketahanan Nasional”,TMMD dilaksanakan selama 30 hari dari 26 Februari hingga 27 Maret 2019 .
TMMD adalah kelanjutan dari Program ABRI Masuk Desa (AMD) dahulu, kegiatannya merupakan program lintas sektoral yang melibatkan TNI, Polri, kementerian, lembaga pemerintah non kementerian dan pemerintah daerah, serta segenap lapisan masyarakat untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kegiatan TMMD merupakan bentuk bakti TNI yang dilaksanakan di wilayah dengan melibatkan masyarakat setempat secara bergotong-royong mengerjakan pekerjaan fisik dan non fisik sesuai sasaran yang telah ditentukan.
Dalam Kegiatan TMMD ke 104 di Palolo, Kodim 1306/Donggala telah merencanakan sasaran fisik meliputi pembuatan badan jalan dari Desa Bora Kecamatan Biromaru hingga Desa Kapiroe Kecamatan Palolo sepanjang 11,158 kilometer, pembuatan jembatan semi permanen tiga unit di Desa Bakubakulu dua unit dan Desa Bobo satu unit dengan bentangan 5 x 4 meter.
Selanjutnya pembuatan duicker satu unit di Desa Bakubakulu bentangan 5 x 1 meter, rehab jembatan dua unit yakni satu unit di Desa Bobo ukuran 5 x 4 meter dan satu unit di Desa Kapiroe ukuran 60 x 4 meter serta pemasangan bronjong pengaman.
Sementara kegiatan non fisik melaksanakan penyuluhan kerukunan antar umat beragama, konsensus dasar berbangsa dan bernegara,kegiatan bela negara, penanggulangan radikalisme dan terorisme, sosialisasi narkoba, pelayanan KB dan kesehatan, sosialisasi penanggulangan bencana alam serta pertanian.
Pada acara pembukaan TMMD ke 104 di Palolo,Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Tiopan Aritonang didampingi Danrem 132/Tadulako Kolonel Agus Sasmita serta Sekprov Sulteng Drs,Moh.Hidayat Lamakarate M.Si serta Wakil Bupati Sigi Paulina SE menyaksikan bakti sosial sunatan Massal yang dilaksanakan Detasemen Kesehatan Wilayah XIII.04.02 Palu.***
Penulis : Heru








