Palu,portalsulawesi.id– Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Tengah, saat ini terus melakukan percepatan pembangunan huntara,bagi masyarakat yang telah kehilangan tempat tinggalnya, pasca bencana 28 september 2018 lalu.
Namun sayangnya pembangunan huntara bagi warga di Sulawesi Tengah itu tidak serta merta dilengkapi dengan fasilitas penunjang lainya, seperti ketersediaan air bersih, dan juga aliran listrik, sehingga huntara tersebut belum dapat dihuni warga.
Hal tersebut dibenarkan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah, Hidayat lamakarate. menurutnya saat ini huntara yang telah dibangun untuk masyarakat sulawesi tengah, berjumlah 500 unit yang tersebar di berbagai wilayah. dari jumlah tersebut, masih ada ratusan unit huntara yang hingga saat ini belum dapat dihuni karena kurangnya fasilitas.
“ ya, memang saat ini masih banyak huntara yang belum dihuni, dan itu juga diakui oleh pihak PUPR. Jadi itulah kemarin ketika teman- teman lembaga datang dengan semangat yang sangat luar biasa membangunkan hunian bagi masyarakat, mereka tidak sekaligus menyediakan dengan fasilitas lainya, jadi masih masih banyak huntara yang saat ini belum dihuni” ujar Hidayat
Untuk mengatasi hal itu,rencananya Pemprov sulteng akan melakukan pertemuan dengan beberapa pihak seperti, PLN, dan pihak PUPR, untuk membahas masalah hunian sementara yang hingga saat ini belum ditinggali warga.
“ yah sekarang pemerintah lah yang harus bertanggung jawab. Makanya dalam waktu dekat ini kita akan lakukan peretemuan dengan beberapa pihak terkait, untuk membicarakan masalah hunian sementara yang belum ditinggali ini” ungkapnya
Selain melakukan pertemuan, rencananya Hidayat Lamakarate juga akan meninjau langsung beberapa huntara yang belum dihuni tersebut, untuk mencari tau kekurangan lainya, yang menyebabkan huntara tersebut belum ditinggali warga***
Penulis : Riski Budiman








