Shanghai, portalsulawesi.id – Cuaca buruk dengan kabut yang tebal masih mengganggu Shanghai International Circuit. Situasi itu membuat sesi latihan bebas kedua tidak digelar.
Kabut tebal sudah menyelimuti sirkuit sejak sesi latihan bebas pertama, Jumat (7/4/2017) pagi WIB. Jarak pandang yang terbatas membuat helikopter medis tidak bisa beroperasi.
(BACA : Jalan Lingkar Tentena-Pendolo Naik Status Menjadi Jalan Propinsi)
Meski sempat diwarnai red flag, sesi latihan bebas pertama tetap digelar sampai tuntas. Sebagian besar pebalap juga mampu membukukan catatan waktu meski ada pula yang tidak turun ke lintasan.
(BACA : Disdikpora Bangkep Terima Kucuran Dana 6 Miliar)
Jelang latihan bebas kedua, cuaca di sekitar sirkuit sedikit membaik. Namun helikopter medis masih belum beroperasi dan tak bisa mendarat di rumah sakit. Situasi itu membuat start sesi latihan bebas kedua tertunda.
“Saat ini helikopter tidak bisa mendarat di rumah sakit,” kata race director FIA Charlie Whiting saat latihan bebas kedua masih tertunda, seperti dikutip dari situs resmi F1.
“Di sirkuit terlihat masuk akal, tapi mereka tidak bisa mendarat di pusat kota Shanghai Kami mendapat kabar dari bandara setiap 10 menit.”
“Jika tidak membaik, tidak akan ada latihan, kami punya jadwal yang tetap dan jika tidak membaik pada waktu itu, tidak akan ada latihan bebas kedua.”
Seiring dengan berjalannya waktu, kondisi cuaca tak juga membaik. Pada akhirnya diputuskan bahwa latihan bebas kedua tidak akan digelar.
Di sesi latihan bebas pertama, Max Verstappen menjadi pebalap dengan catatan waktu terbaik. Sementara beberapa pebalap papan atas seperti Sebastian Vettel, Lewis Hamilton, dan Kimi Raikkonen tidak membukukan catatan waktu.***
Sumber: detik.com








