Palu,portalsulawesi.id– Penataan kawasan hutan Kota Kaombona di kelurahan Tondo Kecamatan Mantikulore terus digenjot pemerintah Kota Palu,pembangunan berbagai sarana dan prasarana pendukung di kawasan tersebut mulai dirampungkan proses pekerjaannya.
Master Plan penataan kawasan Hutan Kota Kaombona sudah dirancang sedemikian rupa agar menjadi kawasan ekowisata dan ruang terbuka hijau ,universitas Institut Tehnologi Bandung (ITB) mendapat kepercayaan dalam melakukan perencanaan penataan hutan kota Kaombona.
Ditemui dikawasan hutan Kota Kaombona,Walikota Palu Drs.Hidayat M.Si menjelaskan bahwa keinginannya memanfatkan lokasi hutan kota di Tondo tersebut ada sejak dirinya menjabat selaku kepala Badan penelitian dan pengembangan (Balitbang) daerah propinsi Sulawesi Tengah.
“Keinginan memanfaatkan lokasi ini ada sejak dulu,atas ijin gubernur sulawesi tengah,kawasan hutan kota ini dapat kami kelola menjadi ruang terbuka hijau ” ujarnya,sabtu (15/02/2019).
Pasca Bencana,keberadaan Hutan Kota Kaombona diharapkan dapat menjadi salah satu tempat masyarakat terdampak bencana untuk bisa bangkit kembali perekonomiannya,untuk itulah dilokasi seluas 98,6 hektar ini turut dibangun kawasan kuliner dan gerai untuk usaha kecil menengah (UKM) terkhusus masyarakat yang terdampak bencana.
“Kami akan bangun lapak lapak usaha kecil sebagai pengganti lapak lapak masyarakat yang hancur terkena Tsunami bulan september 2018 silam,harapannya agar ekonomi masyarakat dapat segera bangkit ” kata Mantan Pjs.Bupati Sigi tersebut.
Secara Topografi,lokasi Kawasan hutan kota di bersebelahan dengan salah satu kampus swasta di kota Palu ini dapat melihat destinasi kota palu secara 360 derajat,sehingga sangat potensial menjadi tujuan wisata terbaru di kota palu.
“Jika kita berada dipuncak ini,destinasi kota palu akan kita lihat seluruhnya ” ujarnya.
Walikota Hidayat mengungkapkan ada beberapa sarana yang akan dibangun di Hutan Kota Kaombona, diantaranya sarana olahraga, kecuali sepakbola, ruang untuk fauna khas Sulawesi Tengah, seperti Anoa dan sejenisnya.
“Keinginan saya, di lokasi itu akan ditanami kurang lebih 40.000 pohon endemik Sulawesi Tengah,” ungkapnya,didampingi
Komandan Kodim (Dandim) 1306/Donggala, Letkol Kav I Made Maha Yudiksa.
Walikota bahkan berharap para pengusaha yang ada dikota palu dapat berpartisipasi dalam menyediakan pepohonan siap tanam, ” pengusaha galian c bolehlah menyumbang bibit pohon siap tanam,masih banyak lahan yang bisa ditanami ” ajaknya.
Jadi, kata Hidayat, fungsi kawasan tersebut selain sebagai hutan kota, juga sebagai objek rekreasi masyarakat. “Ini artinya ada keseriusan Pemkot Palu untuk membangun infrastruktur di empat dimensi kawasan Kota Palu,” katanya.
Dia mengatakan, segala upaya tersebut dilakukan Pemkot untuk mewujudkan Kota Palu sebagai kota destinasi wisata. “Karena untuk membangun ekonomi Kota Palu tidak ada jalan lain, harus mendatangkan orang ke Palu dengan menjual jasa,”ujarnya.
Dalam perencanaannya , kata walikota memuat berbagai item pembangunan yang terintegrasi satu sama lain, seperti zona konservasi, pendidikan, pemberdayaan ekonomi lokal, permainan, transportasi,olahraga, penginapan, dan penerangan.
Hidayat meminta seluruh seluruh elemen, baik pemerintah dan masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan hal itu, harapannya kawasan terbuka hijau hutan kota Kaombona dapat menjadi ekowisata terbaru pada Kawasan Kota Baru.***
Penulis :Heru








