Menyajikan Fakta Menyuarakan Nurani

Warga Keturunan Tionghoa di Palu Rayakan Imlek Di Tenda

Palu,portalsulawesi.id-Ratusan warga keturunan Tionghoa hari ini merayakan Imlek dengan beribadah di Vihara,peribadatan yang lebih dikenal dengan sebutan puja Bhakti ini dalam rangka perayaan tahun baru imlek 2570.

Di wilayah kota palu sendiri, perayaan hari raya imlek 2570 ini berbeda dari perayaan imlek pada tahun tahun tahun sebelumnya.hal itu terlihat di vihara karunadipa, dikelurahan Nunu, Kecamatan Tatanga Kota Palu.

Warga  tionghoa diwilayah kota palu merayakan ibadah imlek diluar klenteng dengan menggunakan tenda. Hal tersebut dikarenakan bangunan tempat beribadah mereka masih rusak parah karena dampak dari bencana alam gempa bumi,tsunami, serta likuifaksi pada 28 september 2018 lalu.

Meski begitu, namun hal tersebut tidak menyurutkan semangat masyarakat tionghoa untuk menyambut tahun baru imlek.

“Yah karena bencana 28 september kemarin, bangunan di dalam klenteng masih rusak, olehnya kami berinisiatif untuk menggelar ibadah secara out door seperti ini” ungkap ketua majelis agama budha sulteng, wijaya Chandra,selasa (05/02/2019) kepada portalsulawesi.

Tahun Baru Imlek yang  juga dikenal sebagai Festival Musim Semi Ini adalah perayaan terpenting dalam kalender Tionghoa. dalam tradisinnya,setiap tahun akan diberi nama menurut salah satu dari dua belas hewan,yang termasuk dalam zodiak Tionghoa atau disebut dengan shio untuk tahun 2019 ini,kalender Tionghoa menunjukan bahwa tahun ini adalah tahun babi,uang berarti rejeki.

“Kita berharap ditahun ini, kota Palu, sigi, Donggala, dan Parigi moutong semakin pulih, serta kita semua dapat menjaga kerukunan antar umat beragama” tambahnya

Selain itu, perayaan tahun baru imlek 2570 di kota Palu tidak hanya dirayakan oleh etnis tionghoa saja, bahkan warga kota Palu juga ikut menyambut tahun baru imlek ini.

Ratusan warga kota Palu tampak penuh antusiasme menyaksikan pertunjukan barongsai yang dilaksanakan dalam rangka memeriahkan tahun baru imlek.

Menurut warga pertunjukan aksi barongsai ini sangat jarang dilihat olehnya mereka tidak ingin melewatkan moment yang pegelarannya diadakan setiap setahun sekali.

” saya kemari bawa anak anak untuk menonton barongsay. Memang Bagus kan, karena memang jarang dilihat ” jelas Setiawan, salah satu warga Palu yang datang menyaksikan pertunjukan barongsai.

Tidak hanya pertunjukan barongsai, dalam kegiatan itu, juga diperlihatkan penampilan dari koko dan cici Sulawesi tengah.***

Penulis : Ryski

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *