Menyajikan Fakta Menyuarakan Nurani

Kabid Humas Polda Sulteng “Minta Maaf” Keliru Keluarkan Statment

Kabid Humas Polda Sulteng,AKBP Heri Murwoto (Foto:Heru)

Palu,portalsulawesi.id- Polemik Ucapan Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sulteng ,AKBP Heri Murwono yang lebih mempercayai berita yang dimuat media konvensional atau media cetak menjadi pergunjingan dikalangan Pengelola media online di sulawesi tengah,pernyataan yang terkesan mendiskreditkan pewarta Media Onlinepun menuai reaksi beragam.

Pihak Polda Sulteng melalui Kabid Humas Polda Sulteng langsung mengklarifikasi maksud ucapannya pada acara pertemuan dengan sejumlah wartawan ,Rabu siang (5/12) ,disalah satu Cafe dikota Palu.

Menurut AKBP Heri Murwoto,dirinya tidak bermaksud mendiskreditkan berita yang ditulis oleh profesi wartawan Online atau membanding bandingkan dengan wartawan cetak (konvensional),dirinya hanya bermaksud menceritakan sejarah media di indonesia.

“Maksud saya tadi itu sejarah media,saya keseleo ngomong mau nyebutin medsos malah kesebut media Online,saya minta maaf” ujarnya dihadapan sejumlah pemilik media online diruang kerjanya ,Rabu sore (5/12).

Dalam pertemuan tersebut,Kabid Humas Polda Sulteng beserta Jajarannya di Bidang Penmas berharap kedepan dapat menjalin kerjasama yang lebih baik dengan semua media. “Kami membuka diri dengan semua media,tidak ada yang di istimewakan” ungkapnya.

Pemilik media jurnalsulawesi.com yang turut hadir dalam pertemuan itu berpesan agar kedepan pihak Humas Polda Sulteng dapat membangun kemitraan yang lebih baik dan kooperatif dalam berbagi informasi.

” ini pelajaran berharga buat semua orang,jangan asal mengeluarkan statment,karena jika tidak diklarifikasi cepat bisa berdampak kepada tingkat kepercayaan publik terhadap kita pengelola media Online” kata Sutrisno selaku Owner Jurnalsulawesi.com.

Seperti diberitakan sebelumnya,dalam pertemuan dengan sejumlah wartawan di salah satu cafe dikota palu,Kabid Humas Polda Sulteng mengeluarkan pernyataan tentang tingkat kepercayaan kepolisian dalam menyajikan informasi masih lebih cenderung mempercayai media Konvensional daripada media Online,tetapi pernyataan tersebut sudah ditarik dan di klarifikasi yang disertai permohonan maaf.

“Jika Ucapan kami itu keliru,saya secara pribadi mohon maaf,saya salah ucap ” ungkapnya lirih.***

Penulis : Heru

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *