Menyajikan Fakta Menyuarakan Nurani

Diguncang Gempabumi Dan Likuifaksi ,Puluhan Kilometer Jalan Propinsi di Sulteng Rusak

Personil BNPB melintas di salah satu Ruas jalan yang Rusak parah Akibat diguncang Gempa dan Likuifaksi di Kota Palu (Foto:Heru)

Palu,portalsulawesi.id- Pasca terjadinya bencana Alam 28 September 2018 silam,Ratusan kilometer jalan di sekitar daerah yang terdampak Bencana mengalami kerusakan. Kerusakan yang terjadi mulai dari kerusakan kecil berupa retakan di badan jalan,naiknya permukaan aspal jalan akibat pergeseran tanah hingga Putusnya Badan Jalan akibat Likuifaksi.

Ruas Jalan Yang Rusak akibat Gempabumi,Tsunami dan Likuifaksi meliputi Ruas Jalan Nasional,Ruas Jalan Propinsi dan Ruas Jalan Kota dan Kabupaten,Kisaran Panjang Ruas jalan Yang rusak tersebut mencapai Ratusan Kilometer.

Di beberapa segmen Jalan Propinsi,terjadi kerusakan berat yang diakibatkan Gempabumi dan Likuifaksi,sedikitnya ada Tiga Ruas jalan yang terputus akibat bencana tersebut diantaranya Ruas Jalan Padanjakaya-Munifrahman yang Putus dan amblas di sekitar Kelurahan Balaroa,Ruas Jalan Kalawara-Kulawi yang Putus di Segmen Desa Sibalaya-Salua dan Sadaunta, serta Ruas Jalan  Biromaru-Palolo di segmen Jono Oge.

Selain itu,di Wilayah Dolo selatan di Ruas Jalan Palu-Bangga –Simoro Juga mengalami Kerusakan Yang Cukup parah,di kecamatan Kulawi  khususnya di Ruas Jalan Kulawi-Gimpu tidak luput juga dengan Kerusakan baik yang diakibatkan oleh Guncangan Gempa maupun Oleh gerusan banjir serta Longsoran tebing.

Syaifullah Djafar,Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang  Propinsi Sulawesi tengah membenarkan di Ruas ruas jalan tersebut diatas terdampak langsung dengan Gempabumi dan Likuifaksi ,di Kelurahan Balaroa Kota Palu  serta Desa Jono Oge dan Sibalaya Selatan Kabupaten Sigi,Akses Jalan terputus sama sekali akibat Likuifaksi dan Gempa bumi.

Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Propinsi Sulteng ini juga menjelaskan Tahapan penanganan Jalan Propinsi tersebut kepada portalsulawesi,menurutnya Penanganan Jalan Propinsi Untuk tanggap darurat telah dan Masih terus dilaksanakan,sementara untuk Pasca bencana nanti tahun 2019 akan dilakukan Rekonstruksi.

“Tanggap Darurat sdh dan sedang dilakukan Untuk fungsional sementara,untuk pasca bencana nt 2019 untuk rekonstruksi “Jelasnya melalui pesan singkatnya kepada Portalsulawesi,sabtu,(3/11/2018).

Dalam penanganan Jalan di wilayah Palu dan Sigi ,Dinas PU Bina Marga menggandeng Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) serta TNI dari Zeni Tempur (Zipur).

Pantauan Media ini dilapangan,puluhan pekerja terus melakukan perbaikan ruas ruas jalan yang terpapar bencana Gempabumi dan likuifaksi,untuk badan Jalan yang terbelah yang menyebabkan permukaan badan Jalan retak dan menganga,dilakukan perbaikan Jalan secara cepat.

Untuk Ruas Jalan Biromaru-Palolo ,akses Jalan dialihkan dari Sigi biromaru baik dari Desa Mpanau menuju Desa Loru melintas Desa Pombewe tembus ke Desa Oloboju melalui Ruas Jalan  Kabupaten Sigi arah Barat,demikian Pula Halnya Jika Warga ingin menuju Palu dari arah Palolo melintas Biromaru dapat menempuh Jalur Desa Oloboju,Desa Pombewe melintas Desa Loru dan Lurus kearah Utara tembus ke Kelurahan Petobo atas melintasi Kelurahan kawatuna menuju palu melalui Jalan Veteran Palu.

Di kelurahan Balaroa atas,Jalan Propinsi ruas Padanjakaya-Munifrahman yang melintasi kawasan padat penduduk di Kaki pegunungan  Kamalisi- Gawalise yang telah putus total akibat Likuifaksi mulai dibangun jalan Alternatif,jalan baru yang menghubungkan lingkar luar palu bagian Barat tersebut telah rampung dikerjakan Jalan Alternatif yang lokasinya melintasi wilayah Hunian sementara di Kelurahan Balaroa Atas disekitar Lokasi Sport Center Kota Palu.

 

Ruas jalan Biromaru-Palolo di segmen Jono oge-Sidera yang Putus total akibat Likuifaksi (Foto:Heru)

Rojali,warga Jono yang mengungsi di Desa Sidera berharap perbaikan Infrastruksi akan lebih cepat terlaksana dikarenakan dengan membaiknya Akses Jalan dapat membantu masyarakat yang mulai melakukan aktifitas perdagangan di wilayah terpapar bencana, menurutnya dia dan rekannya yang petani sayur mayur saat ini berusaha bangkit untuk mulai bekerja seperti semula agar dapat memberi nafkah sanak keluarganya.

“kalo akses jalan diperbaiki,kami bisa menjual hasil kebun kami yang masih tersisa untuk bisa menyambung hidup,kami tidak bisa selamanya bergantung dengan bantuan pemerintah “ ujarnya.

Harapan Rojali,juga menjadi sebuah harapan yang sama masyarakat Sulawesi Tengah khususnya masyarakat korban Bencana yang menyandarkan kehidupannya di Jalanan,mereka sadar hidup harus terus dilanjutkan untuk membangun Sulawesi Tengah yang Lebih baik.***

Penulis : Heru

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *