Sigi,portalsulawesi.id- Satu Desa di Kecamatan Dolo Selatan di Kabupaten Sigi,tepatnya di Desa Poi ,terpaksa harus di Ungsikan untuk sementara Waktu dikarenakan Berpotensi menjadi sasaran guguran material longsoran salah satu perbukitan yang bersebelahan langsung dengan desa tersebut.
Berdasarkan Surat dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika pada Stasion Geofifika Klas I Palu,bernomor Gf.302/258/PLU/X/2018 tertanggal 17 Oktober 2018 yang ditanda tangani Cahyo Nugroho ,SE.S.Si dan ditujukan kepada Bupati Sigi ,yang mana isi suratnya berupa Himbauan agar Pemerintah Kabupaten sigi dapat melakukan antisipasi dini terhadap kemungkinan potensi longsoran terhadap Material dan sendimen yang berada di pegunungan disisi barat desa poi.
Dalam himbauannya,BMKG meminta warga di Desa Poi agar dapat mengungsi sementara waktu dengan Radius 1 KM dari Desa dikarenakan adanya Sendimen dan Material Longsoran di atas Desa mereka,dikhawatirkan terjadinya Gempa susulan yang berpotensi terjadi banjir bandang yang mengandung Material Longsoran tersebut bergerak ke bawah dan membahayakan penduduk desa Poi yang bermukim disekitar kaki pegunungan.

Pertimbangan BMKG Station Geofisika Klas I Palu adalah di minggu Kedua dan Ketiga di bulan Oktober sekitar tanggal 18 hingga 23 Oktober 2018,diwilayah tersebut berpotensi Hujan ,adanya potensi Guncangan Gempa susulan dapat berakibat fatal jika penduduk desa Poi tidak segera di Ungsikan.
Bupati Sigi,Mohammad Irwan S.Sos menindak lanjuti Surat Edaran BMKG dengan menerbitkan surat Himbauan agar Masyarakat Desa Poi mengungsi sementara waktu dengan Radius pengosongan wilayah sejauh 1 Km,dalam surat himbauan bernomor 360/1070/BPBD Tertanggal 18 Oktober 2018 bupati sigi meminta Camat Dolo Barat,Kepala Desa,BPBD Dan dinas Sosial Kabupaten Sigi bersinergi dalam melaksanakan Himbauan BMKG tersebut.
Dari Amatan media ini dilapangan ,longsoran tebing pada pegunungan di sebelah Barat Desa Poi terlihat jelas sebuah bentukan kawah yang mengandung sendimen dan material bebatuan dan tanah serta pasir dengan jumlah yang cukup banyak,luasan longsoran mencapai puluhan hektar dan sangat berpotensi menjadi Danau buatan kala hujan mengguyur pegunungan di kawasan Wilayah administrasi Dolo barat Kabupaten Sigi tersebut.***
Laporan : Heru








