Menyajikan Fakta Menyuarakan Nurani

Demi Panggilan Tugas,Relawan Tim Medis Asal Malut Selusur Tenda Pengungsi Malam Hari

Sigi,portalsulawesi.id- Menyusuri Pekatnya Malam,merentas Jarak Puluhan Kilometer menuju sebuah dusun terpencil didesa Loru Kecamatan Biromaru Kabupaten Sigi,Sebuah kelompok kecil “Bersenjatakan” alat medis bergerak menuju titik pengungsi yang butuh pertolongan medis darurat.

Waktu setempat menunjukkan Pukul 23.30 Wita,Ketika Rombongan Kecil Relawan Tim Medis asal propinsi Maluku Utara menyusuri jalan lintas timur kota palu menuju sebuah titik pengungsian di Dusun Ranouopa,sebuah tempat pengungsian warga yang terkena bencana gempabumi dan likuikfaksi dari dua wilayah bertetangga,yakni masyarakat Kelurahan Petobo Kota Palu dan Desa Mpanau kecamatan Biromaru Kabupaten Sigi.

Dingin Udara malam yang menusuk tulang serta Jarak tempuh yang lumayan jauh dari Posko Induk tempat para relawan dokter “berposko” tidak menyurutkan semangat menolong warga yang butuh petolongan ditenda pengungsian di Desa Loru,kabupaten sigi (Jumad malam,12/10/2018).

Sedikitnya Ada 11 orang pengungsi yang mengeluh sakit dan butuh pertolongan medis ditenda pengungsian tersebut,ada empat warga sejak Jumad pagi menderita Diare ,ada pula warga yang terserang Gatal Gatal serta mengeluh sakit lambung akibat penyakit Maagnya Kambuh.

Koordinator Relawan Tim Medis Asal Maluku Utara ,dr.Fatir Natsir bersama dr.Ivan Sangadji dan dr.Yanuar Yudha mendatangi pengungsi yang mengeluh sakit langsung ke tempat mereka berteduh,pengungsi yang beralas tikar seadanya dan beratap terpal diperiksa satu persatu kondisi kesehatannya sesuai keluhan masing masing.

Di tenda Pengungsi,relawan Tim medis asal Maluku Utara memberikan pelayanan ekslusif walau hanya beralas plastik bekas spanduk,dibalut rasa kantuk yang mulai menyerang semangat Relawan bersenjatakan steteskop melayani sepenuh jiwa.

” masyarakat pengungsi disulteng adalah amanah yang dititipkan kepada kami untuk dilayani,kami senang bisa melayani mereka,mendengarkan keluhan mereka dan berupaya mengobati mereka dengan semampu kami” ujar dr.fatir didampingi dua rekan seprofesinya kepada portalsulawesi di lokasi pengungsian desa loru.

dr.Fatir,salah satu Relawan tim Medis asal Maluku utara melakukan pemeriksaan pada pasien anak yang mengeluh gatal gatal dititik pengungsian dusun Ranoupa Desa Loru Kecamatan Sigibiromaru Kabupaten sigi,Jumad Malam(12/10).Foto Heru

“Warga disini banyak terserang penyakit kulit,kemungkinan faktor kebersihan dan air ,insya Allah dengan makan obat yang teratur bisa mengobati keluhan mereka” jelas Dokter muda alumni Universitas Muslim Indonesia itu.

Untuk pasien diare,kondisinya masih stabil hanya perlu istirahat dan makan obat yang teratur,timpal dokter

Idrus,salah satu kepala keluarga yang Istri dan anaknya ditangani Relawan tim Medis tersebut mengucapkan terima Kasih yang tak terhingga atas respon cepat tim dokter maluku utara yang menyahuti permintaan tolong mereka.

“Kami sekeluarga berterima kasih akan kehadiran bapak bapak dokter yang merespon keluhan kami,padahal kami sudah pesimis kami tidak dilayani karena tempat kami mengungsi yang dipelosok” ungkapnya.

Sekedar diketahui,panggilan darurat penanganan medis di dusun Ranoupa Desa Loru kepada tim medis berawal dari sebuah informasi tentang permintaan tolong warga yang mengalami diare di lokasi pengungsian.

Berbekal informasi tersebut,Relawan Tim medis Maluku Utara yang berposko di kompleks Utama Pesantren Alkhaeraat Pusat Palu ,Kawasan Religi Kota Palu di Jalan sis Aljufrie berangkat dengan menumpang sebuah mobil minibus.

Senyum puas dan terlelapnya pasien dipengungsian usai diobati Relawan Tim medis yang bekerja dengan panggilan jiwa merupakan sebuah capaian kepuasan batin para Dokter muda asal Bumi kapitan,serangkum Doa dan harapan pengungsi di tenda tenda darurat terucap dari bibir mereka agar keselamatan selalu menyertai langkah Tim kerja kecil itu.

“aga tarimakasih namala nipakatu kami ka’geira,salandoa masalama pura ka geira pura ,sampesuvuta dako ri maluku ” ujar Aisyah(70) ,pengungsi asal desa mpanau dengan bahasa kaili.
(“Hanya terima kasih yang bisa kami titipkan buat mereka,salam dan doa agar keselamatan buat kita semua ,terutama saudara kita yang dari maluku”/red***)

Laporan :Heru

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *