PARIMO, portalsulawesi.id – Usai Gempa berkekuatan 7,4 SR dan Tsunami menghamtam Kota Palu dan sekitarnya, telah meninggalkan luka piluh yang dalam bagi masyarakat Sulawesi Tengah. bagaimana diketahui jumlah korban meninggal dunia mencapai Ribuan Jiwa, dan masih terus dilakukan evakuasi.
Tak hanya Warga Palu, Donggala dan Sigi. Luka mendalam itu pun ikut dirasakan Warga Desa Biga, Kecamatan Tomini, Kabupaten Parigi Moutong. Kepedihan yang dirasakan Masyarakat itu muncul saat diketahui dua warga Desa Biga, Werni (22) dan Moh.Abdul Rifki (03) meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan bangunan, akibat goncang gempa Palu. Sementara satu korban Dewi yang merupakakan Ibu dari Moh.Abdul Rifki, mengalami luka parah.
Mengaku perihatin serta turut berduka cita kepada keluarga korban, Staf Khusus Kementerian Desa, PDTT Rishayudi Triwibowo memberikan bantuan berupa dana sebesar satu juta kepada kedua keluarga korban bencana,
Sumbangan tersebut diserahkan melalui Pengurus Karang Taruna Desa Biga, yang saat ini juga tengah melakukan gerakan turun tangan peduli korban Gempa dan Tsunami Palu.
Bantuan oleh Triwibowo itu diberikan langsung kepada Ketua Karang Taruna Biga, “Asril yang didampingi pengurus Karang Taruna, kepada keluarga Korban pada(09/10/2018) dengan besaran 500 ribu kepada keluarga Moh. Abdul Rifki, dan 500 Ribu untuk keluarga Werni. Sementara untuk korban luka-luka Dewi diberikan 500 Ribu yang bersumber dari hasil penggalangan dana oleh Karang Taruna Desa Biga untuk membantu biaya pengobatan. Sehingga total yang diserahkan kepada Dewi sebesar satu Juta Rupiah.
Berdasarkan keterangan Korban Dewi, runtuhan bangunan yang menimpa puteranya Moh. Abdul Rifki itu terjadi saat mereka berada di rumah keluarganya di Jalan Tombolotutu Kota Palu.
Berkisar setenga enam sore saat guncangan Gempa itu terjadi puteranya sedang bermain didapur rumah, hal itu diketahui ketika terdengar suara teriakan anak dari posisi dapur dalam keadaan bangunan yang mulai runtuh.
Dewi mengaku saat itu pun ia berusaha masuk menuju ketitik teriakan tersebut untuk menolong puternya meskipun gempa sedang berlangsung. Namun, usahanya itu terhenti saat dinding ruangan tengah amruk dan menimpah dirinya sehingga Rifki tidak dapat diselamatkan dengan menghembuskam nafas terakhirnya dibawah runtuhan bangunan dapur Rumah.
” Waktu gempa itu, masih terdengar suaranya Rifki teriak dari dapur, tapi waktu saya masuk kearah menuju dapur, tiba-tiba dinding diruang tengah itu runtuh, menimpah saya, suami saya tarik saya,” Jelas Dewi saat ditemui di Rumahnya(09/10/2018).
Kini Dewi tengah terbaring dikediamanya di Dusun III Desa Biga, dengan memgalami luka pada bagian Kepala, Bahu dan Paha kiri.
Sementara Werni (22) merupakan Mahasiswi IAIN Palu yang menghembuskan nafas terakhirnya dibawah runtuhan bangunan pagar beton saat mengambil Wuduh untuk melangsungkan Sholat Magrib, di Jalan Kedondong Kota Palu. Telah meninggalkan kisah yang tak akan di lupakan keluarga.
CR : Deni Renaldi/Yunus
Editor : Redaktur








