Sultra-Muna, portalsulawesi.id– Memperingati Dirgahayu Republik Indonesia yang ke-73 tahun, Kabupaten Muna Sulawesi Tenggara menyelengarakan kegiatan gerak jalan sebagai ajang mempererat tali silatirahmi.
Pada selasa, 14 Agustus 2018 lomba gerak jalan diikuti oleh 166 nomor urut peserta kategori umum dari berbagai penjuru masyarakat Muna, mulai dari organisasi kepemudaan, paguyuban Desa, karangtaruna serta elemen lapisan masyarakat lainnya.
Gerak jalan yang dimulai puku 10.00 wita dengan titik start mulai dari Rumah Jabatan Galampano kantolalo kemudian menghadap Bupati Muna LM. Rusman Emba S.T dan anggota Muspida hingga gerak jalan berakhir di alun-alun kota raha.
Dari banyaknya antusias masyarakat yang ikut perlombaan gerak jalan,
Muchamad Kamsil Sahrani sebagai ketua panitia pelaksana kegiatan mengatakan, kegiatan ini harus menumbuhkan semangat juang atas pengorbanan pejuang kita yang telah gugur, dan melanjutkan perjuangan dengan mengisi kemerdekaan saat ini dengan hal yang positif.
Dia berharap, semoga dengan gerak jalan bisa menjadi perekat masyarakat secara umum dan khususnya masyarakat kabupaten Muna menuju peradaban baru yang lebih maju.
“Alhamdulilah kegiatan kita berjalan baik dan sukses hari ini, walaupun kita tidak bisa pungkiri ada hal kecil sebagai hambatan,” ungkapnya.
Atusias 166 peserta lomba, terlihat satu barisan yang berasal dari pemuda lorong banteng kota raha terlihat unik dan menarik, pasalnya, penampilan yang tersendiri, dengan mengenakan ala pejuang dizaman dahulu, ada yang berkarater sebagai sukarno, tentara pejuang, petani, buruh, pejuang perempuan Desa, guru, dokter (tenaga medis), pegawai serta ala tentara penjajah.
Ditambah lagi dengan atraksi fariasi, menggambarkan bagaimana rakyat indonesia dijajah oleh negara asing, dan berhasil memerdekakan bangsa, seolah penonton disajikan semangat perjuangan dizaman dahulu.
Dari pantauan portalsulawesi.id, masyarakat berkerumun samping kiri kanan jalan setiap mereka atraksi ala penjajahan, suara yang terdengar dari penonton ini bagus dan menarik.
Setiap kata atraksi merdeka, merdeka, merdeka, Penonton juga ikut meneriakan sebagai seolah berpartisipasi dalam barisan gerak jalan pemuda lorong banteng.***
Laporan : La Ode Alim








