Palu, portalsulawesi.id – Polda Sulteng Bereaksi Cepat Pasca Tewasnya Salah Satu Tahanan Di Polres Sigi , Propam Polda Sulteng Langsung diterjunkan Untuk Mengungkap Misteri Kematian Sutrisno , Salah satu Warga Sigi Yang diduga melakukan Tindak Pidana dan sempat dinyatakan Buron Pasca Melarikan Diri dari Sel tahanannya bersama Ketiga Rekannya.
Kabid Humas Polda Sulteng AKBP Drs.Hari Suprapto, M.Si yang ditemui di ruang kerjanya, Selasa (28/2/2017) menegaskan, bahwa kasus tewasnya tahanan di Polres Sigi adalah musibah yang tak diinginkan oleh siapa pun. Namun kasus tersebut sudah ditangani Dit Propam Polda Sulteng.
“Usai kejadian, Kapolda langsung memerintahkan Dit Propam untuk menangani kasus ini,” ujar Hari kepada Awak Media .
Hari juga menuturkan kronologis peristiwa yang menewaskan salah seorang tahanan bernama Sutrisno. Menurut Hari, sebelum kejadian tepatnya Kamis (23/2/2017) Sutrisno mengajak tiga tahanan lainnya untuk melarikan diri. ketiga tahanan lainnya yakni Egian, Eping dan Irsan Ibrahim.
“Setelah diketahui kabur dari tahanan, Polres Sigi mengeluarkan status DPO. Artinya dengan status DPO, siapa pun bisa melakukan penangkapan,” tutur Hari.
Kurang dari 3×24 kemudian tepatnya Minggu (26/2/2017) kata Hari, ketiga tahanan berhasil ditangkap kembali kecuali Irsan Ibrahim yang sampai saat ini masih buron.
Tapi saat hendak dimasukkan dalam sel tahanan tutur hari lagi, Sutrisno berupaya melarikan diri lagi dan keluar dari sel. Lantas penjaga (piket) menahannya dengan cara menarik kakinya. Tapi karena melakukan perlawanan, mungkin maka sempat terjadi duel dengan salah satu petugas jaga. Perkelahian itu tidak seimbang, dan anggota luka robek, karena menahan sekuat tenaga si Sutrisno ini, maka anggota jaga saat itu berteriak sembari minta pertolongan anggota lainnya.
Kata Hari, yang namanya dalam kompleks kantor Polisi, maka teman-teman piket itu datang membantu. Dan akhirnya Sutrisno berhasil dilumpuhkan. Karena kondisinya kritis, maka Kapolres memerintahkan anggotanya mengantar Sutrisno bersama anggota yang mengalami luka-luka dengan menggunakan mobil bak terbuka Hilux warna hitam ke RS Bhayangkara Polda Sulteng. Namun dalam perjalanan Sutrisno menghembuskan nafas yang terakhir.
“Jadi tidak benar jika mayat Sutrisno tidak diketahui siapa yang mengantarnya. Karena selain Sutrisno, ada juga anggota ikut dirawat akibat luka robek di lengan kanan dengan sekira delapan jahitan. Hanya saja memang pihak petugas di kamar mayat tidak bisa memberikan keterangan. Sebab tugasnya hanya mengurusi mayat,” jelas Hari.
Hari juga mengatakan, saat ini pihak Polda telah membentuk tim investigasi yang melibatkan Propam. Bahkan beberapa anggota telah diperiksa, termasuk Kapolres Sigi Agung Kurniawan, rekan satu sel almarhum dan anggota yang menangkap almarhum Sutrisno.
“Terlepas ini sebuah prestasi anggota yang berhasil melakukan penangkapan kurang dari 3×24, tetapi kami juga menyesalkan kejadian ini. Tetapi kami akan tetap melakukan proses hukum. Jika terbukti ada kelalaian dari anggota kami, tetap akan ditindak sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tegas Hari.
Terkait Sikap Komnas HAM yang akan Membentuk Tim Independen untuk mengungkap Kasus Kematian Sutrisno,Kabid Humas Polda Sulteng menyatakan Mendukung dan siap Bekerja sama .
“Silahkan Rekan Rekan Bekerja ,Polda Sulteng Siap Dukung semua Fihak untuk Perbaikan Kinerja Kami,Termasuk Komnas HAM ” Ujar Hari Suprapto.
Sementara Kapolres Sigi AKBP Agung Kurniawan, SIK saat ditemui Jurnalsulteng.com, portalsulawesi.id dan Deadline-news.com di ruang kerjanya Selasa (28/2/2017) petang, membenarkan penuturan Kabid Humas Polda Sulteng.
Sebagai pimpinan di Polres Sigi, Agung juga sangat menyayangkan kejadian ini. Tetapi hal ini sudah terjadi dan pastinya semua yang terkait dalam kasus kematian tahanan akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Baik menyangkut disiplin maupun penegakan etik profesi yang saat ini sedang ditangani Propam Polda Sulteng.
Bahkan ia mengakui sudah sempat diperiksa Propam Polda Sulteng.
“Atas musibah ini, saya selaku pimpinan Polres Sigi memohon maaf yang sebesar-besarnya bagi keluarga korban. Dan menghimbau kepada masyarakat Sigi untuk tetap menjaga ketenangan, kedamaian, menahan diri dan jangan ada yang terpancing bertindak anarkis. Percayalah kami akan melakukan penindakan terhadap anggota yang melakukan kesalahan,” ujar Agung menghimbau. [***]
Reporter /Redaktur : S y a h r u l








