Donggala,Portalsulawesi.id— Dalam upaya menyalakan kembali bara bahasa daerah di tengah arus globalisasi, Dinas Pendidikan Kabupaten Donggala bersiap menggelar Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Bahasa Kaili tingkat kabupaten tahun 2025. Ajang ini menjadi ruang bagi generasi muda untuk meneguhkan identitas budaya lewat tutur, sastra, dan ekspresi khas daerah.
Festival tersebut diikuti pelajar dari jenjang sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah pertama (SMP) di seluruh Kabupaten Donggala. Mereka akan beradu kreativitas dalam berbagai cabang lomba, mulai dari pidato, baca puisi, cerpen, dongeng, hingga tembang dan stand up komedi—semuanya dibawakan dengan Bahasa Kaili yang sarat makna dan keindahan bunyi.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Donggala, Nur Rahma, mengatakan, FTBI bukan sekadar perlombaan, melainkan gerakan budaya untuk menjaga agar Bahasa Kaili tak tergerus waktu. “Melalui FTBI ini, kami ingin menumbuhkan kembali rasa bangga di kalangan generasi muda. Mereka adalah penjaga terakhir warisan tutur yang menjadi jantung identitas daerah,” ujarnya, Jumat (3/10/2025).
Ia menambahkan, ke depan pihaknya berharap kegiatan ini dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak sekolah. “Semakin banyak ruang untuk berkarya, semakin kuat pula akar bahasa daerah yang kita tanamkan. Harapan kami, Bahasa Kaili bisa bergema hingga tingkat nasional,” tutur Nur Rahma.
Saat ini, babak penyisihan FTBI tingkat kecamatan tengah digelar di berbagai wilayah Donggala, salah satunya di Kecamatan Sindue. Di SDN 6 Sindue, festival itu resmi dibuka oleh Camat Sindue, Tikuala, menandai dimulainya perjalanan panjang dalam menjaga lidah leluhur agar tetap hidup di antara generasi masa depan.(***)
Pewarta:Basrudin








