Donggala,Portalsulawesi.id — Ratusan warga Desa Salubomba, Kecamatan Banawa Tengah, Kabupaten Donggala, berbondong-bondong memadati bibir pantai desa mereka pada Kamis (2/10/2025). Sejak pagi, deru ombak berpadu dengan riuh semangat warga yang mengikuti kegiatan padat karya. Sedikitnya 200 orang terlibat dalam aksi bersih-bersih pantai—sebuah langkah kecil yang menandai gerak besar menuju pemulihan ekonomi desa.
Kegiatan itu merupakan bagian dari program padat karya yang dicanangkan pemerintah, bertujuan membuka lapangan kerja bagi keluarga miskin dan mereka yang kehilangan pekerjaan tetap. Selain memberi penghasilan langsung kepada warga, program ini juga menjadi sarana mempercepat pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan yang kerap luput dari sorotan.
Kepala Desa Salubomba, Mustapa, menyebut antusiasme warga begitu tinggi. “Program Padat Karya ini sangat diharapkan oleh masyarakat. Selain menyerap tenaga kerja lokal, juga mendukung percepatan pembangunan yang menjadi prioritas pemerintah,” ujarnya. Setiap peserta menerima upah Rp90 ribu per hari, sebuah penghasilan yang disambut gembira di tengah naiknya biaya hidup.
Lebih jauh, Mustapa menjelaskan, kegiatan bersih pantai bukan sekadar rutinitas kerja, melainkan upaya menjaga wajah desa agar tetap elok. Ia yakin, panorama matahari terbenam di pesisir Salubomba akan semakin memukau bila kebersihan lingkungan dijaga. Program ini, katanya, juga merupakan bagian dari delapan Program Akselerasi 2025 yang digagas Presiden Prabowo Subianto, dengan fokus pada penciptaan lapangan kerja, pengurangan kemiskinan, dan peningkatan infrastruktur dasar desa.
Melalui padat karya, semangat gotong royong kembali menemukan maknanya. Warga tidak hanya membersihkan pasir dan karang, tetapi juga menata ulang harapan tentang kesejahteraan. Di bawah langit senja Salubomba, kerja keras itu menjelma simbol: bahwa pembangunan bukan sekadar proyek, melainkan denyut kehidupan yang tumbuh dari tangan rakyatnya sendiri.(***)
Pewarta:Basrudin








