Donggala,Portalsulawesi.id — Di tengah tekanan fiskal daerah yang kian menantang, Dinas Lingkungan Hidup Daerah (DLHD) Kabupaten Donggala menorehkan capaian yang menggembirakan. Hingga September 2025, realisasi penerimaan retribusi laboratorium dan persampahan hampir menembus Rp400 juta — angka yang sebelumnya hanya dipatok Rp250 juta di awal tahun.
“Target awal dua kegiatan, yakni laboratorium dan persampahan, ditetapkan Rp250 juta. Namun dalam Anggaran Belanja Tambahan (ABT) dinaikkan menjadi Rp400 juta. Alhamdulillah sampai bulan September sudah hampir tercapai,” ujar Kepala DLHD Donggala, Arita, Selasa, 30 September 2025.
Menurut Arita, tren penerimaan yang stabil hingga kuartal ketiga memberi keyakinan bahwa target akan terlampaui pada akhir tahun. “Posisi sekarang hampir mendekati target. Insya Allah akhir tahun bisa melebihi angka yang ditetapkan,” tuturnya dengan nada optimistis.
Retribusi laboratorium, kata Arita, masih menjadi tulang punggung Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor lingkungan hidup. Namun DLHD mulai memperluas cakupan layanan persampahan dengan menambah lima desa baru — dari Loli Oge hingga Loli Dondo — sebagai langkah strategis memperbesar basis penerimaan daerah.
Tak hanya memperluas jangkauan, DLHD juga memperkuat armada. Dari enam unit kendaraan pengangkut, kini bertambah menjadi sebelas unit setelah penambahan tiga unit pada 2024 dan dua unit lagi di 2025. “Dalam ABT kami juga menambah empat unit roda tiga jenis Kaisar,” kata Arita. Ia berharap, dengan dukungan armada baru dan wilayah layanan yang makin luas, pengelolaan sampah di Donggala tak hanya lebih tertib, tapi juga menjadi sumber PAD yang berkelanjutan bagi daerah.(***)
Pewarta:Basrudin








