Menyajikan Fakta Menyuarakan Nurani

Donggala Dorong Ekonomi Biru, Potensi Ikan Capai Rp5,4 Triliun

Donggala,Portalsulawesi.id- Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, mencatat potensi perikanan laut yang mencengangkan. Dengan garis pantai sepanjang 400 kilometer, wilayah ini memiliki cadangan ikan mencapai 193,20 juta kilogram per tahun, dengan nilai produksi sekitar Rp5,4 triliun. Angka tersebut mayoritas berasal dari ikan tuna yang kini menjadi komoditas ekspor unggulan.

Bupati Donggala, Vera Elena Laruni, menyebutkan potensi itu sebagai bukti bahwa laut Donggala adalah sumber kehidupan sekaligus penopang pembangunan ekonomi biru. “Pemerintah daerah berusaha meningkatkan kesejahteraan nelayan melalui ekonomi biru, memperkuat konektivitas, dan infrastruktur perikanan,” katanya, Sabtu malam, 27 September 2025.

Namun, kontribusi besar sektor perikanan belum sepenuhnya dirasakan masyarakat lokal. Sejumlah eksportir tuna Donggala hingga kini masih menggunakan dokumen ekspor lewat Makassar. Akibatnya, devisa ekspor tak tercatat sebagai kontribusi Sulawesi Tengah, melainkan masuk ke provinsi lain.

Padahal, secara nasional, Indonesia telah menempati posisi penting dalam ekspor tuna dunia. Pada 2023, volume ekspor tuna Indonesia mencapai lebih dari 213 ribu ton dengan nilai hampir USD 892 juta, atau 17,5 persen pangsa dunia. Potensi Donggala seharusnya bisa memperkuat posisi tersebut jika rantai nilai diperkuat di tingkat lokal.

Tantangan lain adalah keterbatasan fasilitas. Nelayan masih menghadapi minimnya armada modern, keterbatasan cold storage, dan akses pasar ekspor. Tanpa dukungan infrastruktur, hasil tangkapan bernilai tinggi rawan dijual murah ke perantara sebelum menembus pasar global.

Di sisi lain, dorongan meningkatkan produksi harus diimbangi tata kelola berkelanjutan. Overfishing, praktik tangkap destruktif, dan lemahnya pengawasan bisa mengancam kelestarian Selat Makassar yang menjadi jalur migrasi tuna. “Ekonomi biru bukan hanya mengejar nilai produksi, tetapi juga menjaga keseimbangan ekosistem,” kata seorang akademisi Universitas Tadulako.

Donggala kini berdiri di persimpangan. Dengan potensi Rp5,4 triliun per tahun, laut bisa menjadi lokomotif ekonomi rakyat sekaligus pintu menuju pasar ekspor yang lebih mandiri. Namun tanpa reformasi administratif, investasi infrastruktur, dan regulasi berkelanjutan, kekayaan itu hanya akan lewat tanpa memberi manfaat maksimal bagi masyarakat pesisir.(***)
Pewarta:Basrudin