Donggala,Portalsulawesi.id–Untuk merealisasikan program sentra pangan lokal tematik “(SEPAKAT)” sesuai dengan Peraturan pemerintah nomor 11 tahun 2021 tentang badan usaha milik desa dan Peraturan Menteri Desa dan pembangunan daerah tertinggal nomor 2 tahun 2024 tentang petunjuk operasional atas fokus pengunaan dana desa tahun 2025.
Diperkuat dengan keputusan menteri desa dan pembangunan daerah tertinggal Republik Indonesia nomor 3 tahun 2025 tentang panduan pengunaan dana desa untuk ketahanan pangan dalam mendukung swasembada pangan.
Desa Lampo melalui bumdesa merealisasikan produk unggulanya tematik cabe dan tematik jagung dengan anggaran sebesar Rp 155.330.000 dari anggaran desa Rp722.606.000
Mashuri kepala desa lampo mengatakan program ini diawali dengan pemerintah desa bersama bpd desa lampo Melakukan sosialisasi kepada seluruh masyarakat desa guna untuk menyatukan persepsi tentang realisasi anggaran ketahanan pangan 20% yang disertakan kepada bumdesa lampo sebagai motor penggerak untuk realisasi ketahanan pangan program “SEPAKAT“
Dari hasil kesepakatan maka muncul dua ide dari masyarakat yang menjadi produk ungggulan yakni tematik cabe dan ematik jagung.
Alhamdulillah untuk realisasi ketahanan pangan didesa kami sudah terealisasi sekarang umur tematik cabe sudah bekisar 2 bulan dengan luas lahan sekitar 1 hektar dengan kapasitas 10 ribu pohon cabe yang sudah ditanam.ujarnya usai melakukan evaluasi di lahan cabe, sabtu,(30/8/25)
Lebih lanjut ia mengatakan dan untuk tematik Jagung saat ini di tahapan pembersihan lokasi yang luasnya sekitar 1 hektar.
Ia menambahkan program ini terlaksana berkat petunjuk dan bimbingan ibu bupati dan wakil bupati donggala melalui program OVOP,One Village one Produk.Dan Dinas pmd dalam hal ini kadis pmd Fauzia yang berupayah realisasikan sala satu dari 8 asta Cita presiden probowo subianto yakni memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan meningkatkan kemandirian bangsa melalui swasembada pangan.(***)
Pewarta:Basrudin








