Menyajikan Fakta Menyuarakan Nurani

Kongkalikong Rehab Pagar Bupati Morowali, Diduga Dibongkar Tanpa SPK

Morowali,Portalsulawesi.Id — Rumor seputar rencana pembongkaran pagar rumah jabatan Bupati Morowali menyisakan segudang tanya, pagar yang tampak berdiri kokoh tersebut mulai jadi pergunjingan pasca terlihat sejumlah tukang mulai melakukan pekerjaan rehab.

Mirisnya, pekerjaan yang seharusnya melewati proses perencanaan dan diusulkan dalam buku anggaran sebelum diketok palu oleh DPRD ternyata telah dimulai pelaksanaannya. Sontak saja hal ini menjadi pembicaraan publik, isu bahwa kelompok lingkar dalam kekuasaan dibalik aksi nekad kontraktor semakin menyeruak membawa aroma rasuah.

Tokoh pemuda Morowali, Irwan Arya, angkat suara keras. Ia menuding kebijakan ini tak lebih dari pemborosan uang rakyat.

“Pagar itu masih kuat dan bisa bertahan bertahun-tahun. Sementara rakyat masih butuh program prioritas, justru anggaran dipakai buat hias-hias rumah pejabat. Ini bikin kotor buku APBD Morowali!” sorot Irwan Arya

Irwan Arya mewarning aparat penegak hukum agar peka terhadap kongkalikong pernainan tender , dirinya meminta agar pihak Kepolisian dan Kejaksaan di Morowali agar melakukan pendalaman atas kasus ini secara serius

“Periksa semua prosesnya! Dari awal perencanaan sampai kontraktor. Jangan biarkan ada permainan kotor di balik proyek ini!” desaknya.

Dikonfirmasi terpisah, Kabag Umum Pemkab Morowali, Aripin, mencoba menjernihkan suasana. Ia mengklaim proyek pagar Rujab belum masuk tahap tender dan anggarannya baru diusulkan melalui APBD Perubahan, kini masih berproses di tingkat provinsi.

Namun, alasan yang disampaikan soal pembongkaran malah memicu tanda tanya baru. Aripin mengaku pagar yang sudah berumur 20 tahun itu ditemukan rapuh di bagian kepala pagar setelah diperiksa konsultan.

“Awalnya kita kira semua dicor, ternyata ada bagian yang tanpa campuran memadai, kepala pagar rencananya diganti bola-bola berlogo Pemda dan akrilik di tiap lubang,” ujarnya ,Rabu (13/08/2025).

Jawaban Kabag Umum Pemkab Morowali ini membuat spekulasi proyek rehab pagar rumah jabatan dikerjakan sebelum ada perintah kerja terjawab sudah, tinggal tugas penegak hukum memeriksa prosesnya apakah ada penyimpangan atau tidak.

Pagar rumah jabatan Bupati Morowali saat ini dalam tahapan renovasi,diduga dikerjakan tanpa Surat Perintah kerja dan belum ada anggarannya ( foto: Heru/Sahar)

Dari sumber terpercaya disebutkan bahwa pekerjaan rehab pagar rumah jabatan bupati dikerjakan seseorang berinisial BKR, seorang ASN yang Nyambi sebagai Kontraktor .

Selain rehab pagar rumah jabatan, pengadaan aksesoris rumah tangga dilingkup rumah jabatan juga mulai terendus. Adalah pengadaan gorden dan kelengkapan isi dalam rumah jabatan diduga bernasib sama,dikerjakan sebelum ada proses resmi dari instansi terkait.

Konon ,sejumlah proyek di kabupaten penghasil nikel ini dikerjakan hanya berdasarkan petunjuk orang dalam pemerintahan. Bahkan santer dikabarkan ada sejumlah oknum yang mengklaim dirinya dekat dengan bupati Morowali, Ikhsan B.Abdul Rauf yang memanfaatkan situasi .

Bupati Morowali,Iksan B.Abdul Rauf sampai sekarang bungkam. Posko pemenangan diwilayah Matano yang dulunya ramai dikunjungi para pendukung setia pasangan Ikhlas tampak sunyi.

Publik Morowali berharap pemerintahan saat ini yang dinahkodai Iksan-Iriane Ilyas dapat membawa perubahan sesuai visi misinya,bukan sibuk berbagi proyek dengan menabrak aturan untuk memuaskan syahwat berkuasa kaum lingkar dalam saat pemenangan pilkada.

Pilkada usai, bupati bukan hanya milik tim sukses tetapi milik masyarakat morowali. Iksan B.Abdul Rauf selaku bupati harus tipis telinga mendengar kelakuan orang kepercayaannya, jangan sampai praduga orang bahwa Bupati Morowali diawal pemerintahannya hanya sibuk berbagi proyek kepada tim sukses laksana panglima perang yang berbagi harta rampasan perang kepada pasukannya  dalam bentuk proyek proyek dengan melanggar regulasi dan menabrak aturan.

Munde nou sebagai pemimpin, harus mu tampil untuk masyarakat Morowali. Simu sibuk mongkoa le proyek, fainto daeranto ai, daeranto ai kaeya, mendadi hasilino yo fitanto karna ntade tetap to misikini ” sindir Ridwan, salah seorang masyarakat morowali dalam bahasa daerah yang kental ***

Pewarta : Moh.Yusuf

Editor.     : Heru