Menyajikan Fakta Menyuarakan Nurani

Di stan pameran Dinas Perikanan menghadirkan Vendor VMS dari jakarta.

Donggala,Portalsulawesi.id-Di moment Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Donggala yang Ke-73 Dinas Perikanan ikut andil mengelar pameran bertujuan untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat nelayan yang ada diwilayah kabupaten donggala.

pameran yang berlangsung di sepanjang jalan menuju pelabuhan lama kota Donggala itu,Dinas Perikanan mendatangkan langsung vendor alat VMS asal Jakarta ke donggala.

Untuk menjelaskan terkait Alat VMS yang di pajang di dalam stand pameran milik Dinas Perikanan Donggala. Pameran yang digelar sejak Minggu (10/8/25) tersebut ramai dikunjungi warga. Diantaranya para pelaku perikanan dan nelayan Donggala yang ingin tau tentang cara mengunakan dan fungsi alat VMS.

Vessel Monitoring System atau VMS merupakan sebuah sistem pemantauan kapal berbasis satelit yang digunakan dalam industri perikanan.

VMS memungkinkan pemantauan real-time posisi kapal perikanan, yang sangat penting untuk pengelolaan perikanan yang berkelanjutan dan pengawasan kegiatan penangkapan ikan.

Kepala Dinas Perikanan Donggala,Ali Assegaf mengatakan, kebijakan pemerintah pusat mewajibkan penggunaan alat VMS sempat menjadi gejolak di tengah masyarakat. Termasuk di Kabupaten Donggala.

“Terbitnya regulasi tentang kewjaiban penggunaan VMS ini menjadi isu besar. Bahkan di Donggala para pelaku perikanan dan nelayan menggelar aksi demo,” ungkap Ali.

Lanjut ia mengatakan Melalui momentum pameran HUT Kabupaten Donggala, Ali mengatakan, Dinas Perikanan ingin menyakinkan kepada masyarakat apa saja kegunaan dan manfaat dari VMS. Vendor akan menjelaskan secara rinci manfaat dari VMS dari berbagai tipe.

“Vendor juga menyiapkan pilihan tipe VMS dengan harga yang berbeda. Pada prinsipnya, kami ingin menyakinkan pelaku perikanan bahwa VMS memiliki manfaat yang besar untuk pengelolaan perikanan,” sebut Ali.

Di tempat yang sama, Asisten General Manager PT SOG Indoensia, Dhani Kurniwan, mengatakan, VMS berfungsi sebagai alat pelacak. Jika terjadi cuaca buruk maupun alat komunikasi mati, alat VMS tetap berfungsi sehingga pemilik kapal bisa mengetahui posisi kapalnya.

“Kalau di darat kurang lebih seperti GPS. Sehingga kalau ada kejadian yang tidak diharapkan, posisi kapal tetap bisa diketahui keberadaaanya. VMS bisa dihubungkan dengan Smartphone maupun laptop atau komputer,” jelas Dhani.

Dhani menyebutkan, ada dua tipe VMS dengan harga yang berbeda. Untuk tipe ST 6100 dengan harga normal Rp18 jutaan. Tapi ada harga khusus menjadi Rp15 juta.

Sedangkan tipe SC 1000 untuk kapal di bawah 30 GT dengan harga Rp10,5 juta. Harga sudah termasuk ppn 11 persen.

“Untuk tipe ST 6100 menggunakan sumber daya dari listrik, aki dan baterai yang ada di dalam alatnya. kalau untuk tipe SC, menggunakan tenaga matahari dengan penyimpanan daya menggunakan baterai,” jelas Dhani.(***)

Pewarta:Basrudin