Menyajikan Fakta Menyuarakan Nurani

Dapat Pinjaman Modal dari LPMUKP, Koperasi Nelayan di Batusuya Bakal Bangun SPBUN

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (LPMUKP) memberikan bantuan pinjaman modal kerja dan investasi sebesar Rp3,6 miliar kepada koperasi mina samudra mandiri.(Foto : Basrudin)

Donggala, Portalsulawesi.Id  Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan  (LPMUKP) memberikan bantuan pinjaman modal kerja dan investasi sebesar Rp3,6 miliar kepada koperasi Mina Samudra Mandiri.

Koperasi nelayan yang berkedudukan di Desa Batusuya Kecamatan Sindue Tombusabora itu mendapatkan bantuan pinjaman modal untuk pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN).

Total pinjaman sebesar Rp3,6 miliar tersebut bukan hanya untuk pembangunan SPBUN saja, tapi sudah termasuk dengan modal awal pengoperasian SPBUN.

Kepala Dinas Perikanan Donggala, Ir Ali Assegaf SPI MH, mengatakan, pinjaman modal dari KKP melalui LPMUKP itu bertujuan untuk memacu tumbuh kembangnya kegiatan usaha sektor kelautan dan perikanan di tengah masyarakat khususnya di wilayah pantai barat Kabupaten Donggala. Sebab SPBUN itu dibangun di Desa Batusuya.

Lanjut ia menhatakan koperasi mina samudra mandiri merupakan koperasi pertama yang menerima bantuan pinjaman dari LPMUKP untuk pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN).

Sebelumnya LPMUKP juga pernah memberikan bantuan pinjaman modal investasi untuk nelayan di Kecamatan Banawa dan nelayan di Kecamatan Sojol.

Ali Assegaf juga menjelaskan perbedaan antara SPBUN dengan SPDN yang sudah ada di Kelurahan Labuan Bajo Kecamatan Banawa. SPDN hanya memiliki kapasitas 40 ton BBM untuk nelayan. Sedangkan SPBUN bisa sampai 150 Ton.

“Kuota BBM yang ada di SPBUN ini nantinya diperuntukan bagi nelayan Donggala khususnya sekitar wilayah pantai barat,” katanya. Selasa (04/03/2025).

Ia menambahkan, pembangunan SPBUN melalui koperasi mina samudra mandiri itu akan menjadi yang pertama di Donggala maupun di Sulawesi Tengah (Sulteng).

Pendamping dari LPMUKP, Salim, kepada media ini mengatakan bahwa LPMUKP hadir untuk membantu pelaku usaha kelautan dan perikanan, baik pemasaran, penangkap maupun pembudidaya. Menurut Salim, Koperasi Mina Samudra Mandiri merupakan koperasi pertama yang mendapatkan bantuan dari LPMUKP.

Salim mengungkapkan, secara legalitas, koperasi Mina Samudra Mandiri telah memenuhi syarat sebagai penerima bantuan pinjaman modal dari LPMUKP. Pinjaman yang diberikan kepada Koperasi Mina Samudra Mandiri terdiri dari investasi pembangunan SPBUN dan modal kerja.

“Kami berharap LPMUKP ini bisa menjadi solusi bagi pelaku usaha kelautan dan perikanan. Modal pinjaman dari LPMUKP memiliki bunga yang sangat ringan yaitu 3 persen,” jelas Salim.

Sementara itu ketua Koperasi Mina Samudra Mandiri, Arfan, memberikan apresiasi kepada Dinas Perikanan Donggala dan LPMUKP KKP.
Alasanya, Ali Assegaf Selalu Kepala Dinas Perikanan  telah membantu menfasilitasi dan memberikan rekomendasi untuk koperasi Mina Samudra Mandiri sehingga bisa mendapatkan kepercayaan mengelola bantuan pinjaman sebesar Rp3,6 miliar.

Mewakili keluarga besar Koperasi Mina Samudra Mandiri, Arfan mengucapkan Terima kasih kepada pemerintah pusat atas kepercayaannya dalam mengelola pinjaman lunak tersebut.

“Terima kasih juga kepada pak menteri. Bantuan pinjaman ini sudah sangat tepat sasaran,” tambahnya. ***

Pewarta ; Basrudin bas 

Editor  : Heru