Menyajikan Fakta Menyuarakan Nurani

Ruang Pers KPU Sulteng Mengecewakan Wartawan

Mahbub (baju putih) , Wapimred gNews. id serta Jemmy, wartawan iNews saat ditemui di kantor KPU Sulteng ( foto: Heru).

Palu, Portalsulawesi. Id- Proses pengambilan nomor urut kandidat calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah untuk Pilkada 2024 di Kantor Komisi Pemilihan Umum ( KPU) Sulawesi Tengah diwarnai kekecewaan para pekerja pers, pasalnya para kuli tinta yang berkesrmpatan liputan menuai berbagai kendala dalam menjalankan tugas peliputannya.

Para wartawan dan jurnalis yang hadir di lokasi kegiatan pencabutan nomor urut pasangan calon Gubernur dan wakil gubernur yang telah dibatasi kehadirannya berdasarkan ID Card yang dibagikan , sayangnya ruang yang dipersiapkan untuk media dinilai tidak proporsional dalam pengambilan sudut gambar.

Tampak sudut tempat wartawan mengambil gambar dan video dikantor KPU Sulteng yang terhalang oleh objek lain baik itu anggota LO paslon ataupun Seksi publikasi dari instansi terkait ( Foto: Heru)

Mahbub , wartawan senior yang merupakan wakil pimpinan redaksi gNews.Id mengeluhkan banyaknya personil LO dari Paslon dan seksi dokumentasi instansi tertentu yang bersileweran mengambil gambar yang akhirnya membatasi sudut pengambilan gambar.
” Pengaturan pengambilan ID Card peliputan setiap tahapan sangat terbatas, terkesan hanya untuk media media tertentu, semestinya KPU memberikan akses yang sama kepada semua Wartawan yang akan meliput ” Ujar Wartawan yang akrab disapa Bob kepada media ini, Senin ( 23/09/2024).

Masih menurut Bob, kehadiran LO paslon dan seksi dokumentasi baik dari KPU ataupun lembaga lain sangatlah menggangu sudut pandang wartawan saat liputan khususnya pada sesi foto disetiap momennya.

” Bagian publikasi LO dan Internal lembaga banyak yang juga hadir mendokumentasikan kegiatan tahapan, sayangnya mereka malah sering menghalangi kami wartawan mengambil sudut gambar dan video, momennya ndak kami dapat ” Keluhnya.

Hal serupa disampaikan Jemmy, jurnalis media iNews. Menurutnya sebaiknya KPU Sulteng melakukan evaluasi kepada pihak LO penyelenggara dalam setiap tahapan agar penempatan wartawan dan jurnalist yang lebih bisa mendapatkan sudut gambar yang baik dan berkualitas.
” Pihak KPU harusnya memahami posisi kami dalam mengabadikan momen untuk keperluan pemberitaan, apalagi kalo ambil video, sering bocor karena ada objek lain dalam sudut pengambilan gambar, sangat tidak nyaman” Ungkapnya.

Senada dengan Mahbub dan Jemmy, Muksin Sirajudin yang merupakan wartawan dari Radar Sulteng mengeluhkan hal yang sama. Menurutnya kondisi peliputan saat ini jauh lebih buruk dari penyelenggara Pilkada sebelumnya.

” Penyelenggara di KPU Sulteng tahun ini terkesan kurang perhatian terhadap kepentingan wartawan khususnya penyediaan tempat liputan yang dapat mengakses objek liputan dengan sempurna, baik itu foto ataupun Video, beda dengan samanya Almarhum Pak Tanwir Lamaming dulu, wartawan selalu mendapat tempat liputan yang proporsional ” Kata Muksin , sapaan akrab wartawan utama tersebut.

Baik Mahbub, Jemmy maupun Muksin berharap KPU Sulteng memperbaiki kinerjanya khususnya kepada ruang Pers untuk memberi ruang liputan yang proporsional agar para pewarta dan jurnalis dapat menghasilkan berita yang didukung foto dan video yang bagus secara maksimal. ***

Pewarta : Heru