Menyajikan Fakta Menyuarakan Nurani

Lambat Bayar Jasmed, Dirut RS Undata Didemo Nakes , Ini Penjelasannya

Palu,Portalsulawesi.Id- Puluhan Tenaga Medis dan petugas pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Undata Palu melakukan aksi demo, Jumat  (22/12/2023) di halaman utama rumah sakit milik Propinsi Sulawesi Tengah Tersebut.

Sejumlah tuntutan para pendemo dituliskan diatas karton sembari berorasi agar gaji dan honor atas pelayanan medis yang telah diberikan dibayarkan pihak rumah sakit, mereka menuntut haknya dikarenakan sudah beberapa bulan lambat dibayarkan pihak rumah sakit.

Pantauan media ini dilapangan, sejumlah tuntutan disuarakan dengan menulis kata kata dilempar kertas karton warna warni. Diantaranya ada tulisan dengan nada menyindir yakni ” Bayarkan Hak Kami, sebelum Kalian di Azab”, adapula yang membentangkan tulisan dengan nada satir yakni ” Ubur ubur ikan lele,Bayar lee Hak Kami, jangan cuma janji Palsu”.

Puluhan tenaga medis dan petugas rumahsakit yang melakukan aksi damai tersebut menuntut pihak rumah sakit untuk membayarkan hak mereka berupa gaji dan insentif jasa medis dari pelayanan bulan sebelumnya yang belum terbayarkan.

“Ada tiga bulan gaji kami belum dibayarkan, infonya hanya mau dibayarkan satu bulan,kami menuntut dibayarkan sepenuhnya ” ungkap salah seorang tenaga medis yang enggan namanya dimediakan.

Direktur utama RSUD Undata Palu, dr Herry Mulyadi menemui massa aksi dengan menjelaskan persoalan yang dihadapi rumahsakit terkait lambannya gaji para medis dan tenaga kesehatan . Menurutnya bahwa keterlambatan pembayaran dikarenakan adanya aturan yang membatasi pembayaran dikarenakan kuota penggunaan dana rumah sakit telah melebihi dari yang diusulkan sebelumnya.

” Saya selalu pimpinan meminta kawan kawan agar mendukung langkah saya dalam mengambil kebijakan,agar kita semua tidak bermasalah hukum belakang hari karena salah prosedur dalam mengelola keuangan, jadi mohon dibuatkan surat dukungan agar saya lampirkan ke gubernur untuk langkah kebijakan menggunakan dana yang ada dikas kita ” ujar mantan direktur RSUD Anutapura kepada para pendemo.

Ditemui seusai demo, Direktur utama RSUD Undata Palu ,dr Herry Mulyadi menjelaskan bahwa keterlambatan pembayaran jasa medis dan tenaga kesehatan dilingkup rumah sakit propinsi yang dipimpinnya dikarenakan adanya kenaikan jumlah pengunjung yang membuat jam kerja tenaga medis bertambah. Sehingga managemen rumah sakit Undata harus membayar sesuai dengan jam kerjanya,akan tetapi dalam peraturan pemerintah telah ditetapkan kuota pembayaran yang menjadi acuan untuk diproses.

” Dengan meningkatnya pendapatan ,tentu jasa juga meningkat, tetapi dilain pihak kita punya RBA masih mengacu pada RBA lama, yang pendapatan rata rata dikisaran Rp 6-7 milyar, saat ini telah mencapai angka Rp.12-13 milyar ,nah kita hanya bisa membayarkan jasa medis 40 persen dari pendapatan ,bendahara takut mengambil langkah karena menabrak aturan dan berpotensi melanggar administrasi ” jelas dr Herry Mulyadi didampingi dr Nasir, wakil direktur bidang pelayanan RSUD Undata Palu diruang kerja Direktur Utama, Jumat (22/12/2023).

RBA yang dimaksud adalah Rencana Bisnis dan Anggaran yang disusun dan diusulkan yang menjadi acuan dalam mengelola keuangan dan managemen rumah sakit setiap tahunnya.

” Ada Pergub terkait tata cara pengelolaan dan BLUD , ada mekanisme yang harus dilakukan jika kita mau mempergunakan dana yang ada sebagai kebijakan, harus ijin Gubernur selaku pimpinan tertinggi daerah ” jelasnya.

Untuk itu, katanya, pihaknya telah melayangkan surat ke gubernur untuk meminta ijin mempergunakan dana yang ada dikas rumah sakit untuk membayarkan hak para tenaga medis dan tenaga kesehatan yang menunggak tersebut

” Dananya ada ,cuma itu tadi, RBA kita terbatas,kita Ndak bisa asal bayar melebihi kuota yang telah ada di RBA, mau dipenjara kita kalo nekad lakukan itu, langkah yang aman adalah dengan mengambil kebijakan dengan menyurat kepada Gubernur untuk meminta ijin memakai dana yang ada untuk membayarkan hak haknya mereka ” ujarnya.

Bahkan,menurut Herry,dirinya meminta para tenaga medis yang belum terbayarkan untuk membuat surat dukungan terhadap langkah yang diambilnya agar kedepan tidak bermasalah .” Saya minta para tenaga medis yang gajinya tertunda untuk membuat surat dukungan untuk dilampirkan kepada pak gubernur agar kedepan kita semua bertanggung jawab dalam penggunaan uang negara tersebut, bukan cuma saya selalu direktur utama yang bertanda tangan,tetapi semua ” katanya.

Direktur
Direktur Utama RSUD Undata Palu, dr.Herry.Mulyadi ( Foto:Heru)

Masih menurut direktur, pihaknya telah mencairkan dana jasa medis Covid-19 yang masih tertunda sebesar Rp.654 Juta rupiah.
” Selain jasa medis tenaga kesehatan untuk Covid-19, saya juga sudah menanda tangani cek untuk pencairan gaji para tenaga medis , tinggal tunggu proses dan Minggu ini kita bayarkan tuntas ” paparnya

Dijelaskan juga bahwa saat ini RSUD Undata Palu mempekerjakan tenaga medis dan pelayanan sebanyak 1500 orang, dengan pencapaian pemasukan hingga Rp 120 Milyar

Masih kata Herry,bahwa saat ini ada pelayanan unggulan diantaranya pemasangan ring untuk pasien jantung serta kemoterapi, diluar pelayanan unggulan lainnya sehingga pengunjung rumah sakit membludak .

” Sebagai perbandingan, pemasukan rumah sakit ini dibulan Mei 2022 hanya mencapai Rp.4,6 Milyar, sedangkan dibulan Mei 2023 kita bisa mencapai Rp.12 milyar lebih , bulan November tahun ini kita bisa meraup pemasukan hingga Rp.13,4 Milyar ” jelas dr.Hery Mulyadi detail.

Harapannya , dengan meningkatnya pemasukan RSUD Undata, maka pelayanan dapat ditingkatkan . Diakuinya saat ini,masih banyak hal hal yang perlu dibenahi dari rumah sakit yang dipimpinnya.

Untuk itulah ,dirinya meminta dukungan dan masukan dari semua masyarakat Sulteng, agar kedepan RSUD Undata Palu bisa menjadi rumah sakit kebanggan masyarakat Sulawesi Tengah.

” Sederhana saja niatku memimpin rumah sakit ini, orang datang dengan keinginan sembuh,orang bisa pulang dengan senyum karena bisa sembuh dari sakitnya dengan pelayanan maksimal ,karena senyum pasien adalah hal yang membuat kami para medis semangat dalam bekerja ” ujarnya menutup wawancara.***

Pewarta : Heru