Palu,Portalsulawesi.id- Salah satu ruas jalan milik propinsi Sulawesi Tengah yang “rusak parah” adalah ruas Towi-lambolo hingga ke Kota Kolonedale , kerusakan diruas jalan propinsi disebabkan banyaknya aktivitas pertambangan milik perusahaan yang melintasi ruas ini.
Hal ini dibenarkan kabid jalan dan Jembatan Dinas Bina Marga dan Tataruang Propinsi Sulawesi Tengah ,Asbudianto kepada media ini saat ditemui diruang kerjanya,akhir Juli 2022 silam.
Menurut Asbudianto, pemerintah Propinsi sejak tahun 2018 hingga sekarang tidak menganggarkan dana pemeliharaan dan perbaikan untuk ruas tersebut. Hal ini disebabkan sepanjang ruas tersebut kini terkesan dikuasai oleh perusahaan yang melakukan aktivitas disekitar ruas tersebut.
Padahal, pemerintah telah memiliki Desain Jalan Ruas Towi-Kodal sepanjang 29 Km sejak tahun 2018 . Sayangnya keberadaan perusahaan yang tidak dapat dikontrol yang memakai badan jalan menjadi lintasan alat beratnya membuat semua itu menjadi terhambat.
“ Ruas jalan kita sebenarnya adalah menyisir disekitar pantai ,tetapi sekarang badan jalan aslinya telah hilang disebabkan keberadaan perusahaan ,jalan kita menjadi korban “ jelas Asbudianto.
Upaya menegur kepada perusahaan yang mempergunakan bahu jalan menjadi lintasan alat berat terkesan sia-sia, pasalnya di sekitar ruas Towi-Kodal tersebut kebanyakan yang bekerja adalah Sub-Kon perusahaan nikel. Sehingga untuk berhubungan langsung dengan pemilik perusahaan sangat sulit karena tidak ada yang berkantor di Sekitar lokasi kerja.
“perusahaan disana rata rata hanya Subkon, pemilik perusahaan biasanya ada dijakarta bahkan diluar negeri ,kita kesulitan berkomunikasi dengan mereka “ keluhnya.
Tetapi, Dinas Bina Marga dan Tataruang Propinsi Sulawesi Tengah pada tahun 2021 sempat melakukan perbaikan ruas jalan Towi-Kodal dengan menyiasati pada segmen tertentu, tujuannya agar anggaran yang dikucurkan tidak sia sia akibat aktivitas pertambangan yang melintas diruas tersebut.
“ tahun 2021 ,dari arah Towi ke Kolonedale kami adakan pengaspalan dengan panjang ruas jalan 3 Kilometer, demikian pula dari arah Kolonedale ke Towi,kami hanya bisa mengerjakan 10 Km , untuk lambolo Ganda Ganda biasanya perusahaan yang servis jalannya “ Jelas nya.

Kondisi jalan Lambolo -ganda ganda sering menjadi keluhan warga yang akan melintasi ruas Towi-Kodal , hal ini disebabkan tingkat kerusakan jalan yang memprihatinkan bahkan sudah membahayakan pengguna jalan.
Stefinus ,warga Towi yang ditemui redaksi di Kolonedale mengeluhkan hal yang sama , dirinya terkadang harus menunda pulang ke Towi jika hujan turun dikarenakan kondisi jalan yang rusak parah.
“kalo hujan licin dan berlubang ,kalo panas matahari berdebu ,bikin cilaka kita yang pengguna jalan “ keluh warga yang kesehariannya berdagang barang campuran dikampungnya , Rabu (10/08/2022).
Perlu Kerjasama semua pihak untuk membangun kesadaran atas tanggung jawab penyediaan jalan yang layak bagi masyarakat khususnya yang bermukim di Ruas Towi-Kodal tersebut.
Bukan hanya Pemerintah Propinsi, Pemerintah daerah yakni Pemkab Morowali Utara dan Perusahaan yang beroperasi diruas jalan Tow-Kolonedale perlu duduk Bersama membangun Komitmen untuk memelihara dan meningkatkan fungsi Jalan diruas tersebut. ***
Pewarta : Rudini
Editor : Heru








