Banggai Kepulauan,Portalsulawesi.id : Kapolres Banggai Kepulauan ,AKBP Bambang Herkamto menepis isu terkait adanya insiden kontak tembak antara polisi dengan polisi saat melakukan penangkapan pelaku illegal fishing dengan mempergunakan bom ikan.
Kepada portalsulawesi, Kapolres Bangkep menjelaskan kronologi singkat penangkapan nelayan diperairan banggai laut oleh anggota Ditpolair Polda sulteng yang di BKOkan di Pos Polair di Banggai laut.
“anggota Polair Polda Sulteng yang di BKO kan di Pospolair di Banggai laut menerima laporan masyarakat bahwa ada indikasi kegiatan pengeboman ikan yang dilakukan sejumlah warga ,kemudian merespon dengan langsung melakukan patroli “ jelas kapolres,Kamis (04/08/2022).
Masih menurut Kapolres, Patroli Polair tersebut menemukan sebuah kapal dengan 16 nelayan , Ketika coba ditangkap terjadi perlawanan sehingga petugas terpaksa melakukan tembakan peringatan.
“salah seorang nelayan mencoba merampas sejata anggota sehingga terjadi perlawanan , anggota terpaksa melakukan Tindakan terukur dan terarah dengan melepaskan tembakan ke kaki warga yang coba merebut senjata tersebut “ ungkapnya.
Saat kejadian percobaan perampasan senjata tersebut , senjata yang diarahkan kepada nelayan yang melakukan perlawanan sempat Meletus dan menyerempet anggota Polair yang bertugas.
“jadi tidak benar ada insiden tembak menembak,yang benar adalah saat ditembakkan ke kaki nelayan, sebelum mengenai pelaku terserempet mengenai anggota “ jelasnya.
Saat ini ,15 nelayan Bersama perahu dan alat tangkap serta beberapa bom ikan siap ledak sudah diamankan di Pospolair. Sedangkan nelayan yang terkena tembak tersebut sudah dievakuasi untuk dilakukan perawatan dirumah sakit di banggai laut..
“sekali lagi saya tegaskan,tidak ada insiden baku tembak, yang benar adalah kejadian penangkapan pelaku pengeboman ikan yang melakukan perlawanan terhadap anggota dengan mencoba merampas senjata , dia terpaksa dilumpuhkan dengan ditembak dikaki “ tegas Kapolres.

Dari sumber terpercaya, redaksi mendapatkan uraian kejadian penangkapan kapal nelayan yang diduga melakukan kegiatan pengeboman ikan di perairan Pulau Tomba ‘ton Kecamatan Bangkurung kabupaten Banggai laut.
Pos Polairud Banggai Laut pada hari rabu (03/08/2022) menerima laporan masyarakat bahwa ada kapal yang akan melakukan kegiatan pengeboman ikan, atas dasar informasi tersebut Anggota Polairud di Pos Polairud banggai laut kemudian bergerak ke perairan Pulau Tomba’ ton Kec Bangkurung pada pukul 14.00 .
Sekira pukul 16.30 Patroli Polairud Polda sulteng menemukan Kapal tanpa nama berbobot 10 GT. Kapal tanpa nama tersebut berupaya melarikan diri dari kejaran petugas sehingga petugas polairud melepaskan tembakan peringatan.
Setelah kapalnya berhasil ditangkap, anggota Polairud berinisiatif naik lewat belakang kapal , 15 ABK diamankan petugas dan disuruh berkumpul didepan Kapal.
Nahkoda Kapal berinisial HE tidak mengindahkan perintah petugas bahkan melakukan perlawanan dengan mencoba merampas senjata yang dipegang Bharada Mikel .
Melihat rekannya terancam, Bripka Arifan mengambil Tindakan terukur dengan cara melumpuhkan Nahkoda kapal dengan tembakan dikakinya ,sayangnya peluru yang ditembakkan menyerempet betis Bharada Mikel.
Nahkoda dan Bharada Mikel bersamaan jatuh kelaut usai kena tembak ,senjata Bharada mikel terjatuh kedasar laut . keduanya langsung dievakuasi dan diberi perawatan ke rumah sakit umum banggai laut.***
Pewarta : Marson Kasio
Editor : Heru








