Menyajikan Fakta Menyuarakan Nurani

Ikut Operasi Penertiban PETI Sungai Tabong, Kapolres Tolitoli  “ Dipaksa “ Merayap

Kapolres Tolitoli, AKBP Ridwan Rajadewa terpaksa merayap dibawah pohon yang sengaja ditumbang oleh para penambang untuk menahan laju aparat yang akan melakukan penertiban (Foto: Sahar)

Tolitoli,Portalsulawesi.id- Puluhan anggota Kepolisian Gabungan dari Ditreskrimsus Polda sulteng, Personil Polres Tolitoli dan juga Polres Buol harus rela merayakan lebaran Idul Adha dilokasi pertambangan emas illegal dipesisir Sungai Tabong , operasi ini dilakukan atas atensi Kapolda Sulteng , Irjen Pol. Rudy Sufahriadi yang tidak mentolerir praktik -praktik pertambangan illegal di wilayah hukum Polda Sulteng.

Polda Sulteng menurunkan tim untuk menuju ke lokasi pertambangan illegal  dipimpin langsung oleh Kasubdit Tipidter Ditreskrimsus Polda Sulteng,

Hal ini disampaikan oleh Kabidhumas Polda Sulteng Kombes Polisi Didik Supranoto, menanggapi beberapa pemberitaan dan konfirmasi beberapa media terkait kembali beroperasinya pertambangan tanpa ijin di wilayah Kabupaten Buol dan Kabupaten Tolitoli itu,

“Polda Sulteng hari ini menurunkan tim untuk menindak lanjuti kembali beroperasinya pertambangan tanpa ijin sungai Tabong di wilayah Kabupaten Buol dan Tolitoli,”jelas Kabidhumas Polda Sulteng, Jumat (08/07/2022)

“Tim langsung dipimpin oleh Kasubdit Tipidter Ditreskrimsus Polda Sulteng yang nantinya akan mengkoordinir tim dari Polres Buol maupun Polres Tolitoli,”jelas Didik.

Kapolres Tolitoli, AKBP Ridwan Raja Dewa tidak mau ketinggalan , dengan bercelana pendek dan naik motor , dirinya ikut menyusuri lokasi pertambangan  emas illegal tersebut.

Untuk menuju lokasi penambang di bantaran Sungai Tabong, Kapolres Tolitoli menyusuri jalan rintisan dari desa Salusu . sepanjang jalan menuju lokasi , Kapolres terpaksa sesekali merayap di bawah batang pohon yang sengaja ditumbang para penambang untuk menghalangi gerak personil Polri yang akan menuju ke lokasi kerja.

Dari pantauan media ini, orang nomor satu di jajaran Polres Tolitoli ini harus rela jatuh bangun dari Motor Trail yang dikendarainya , kondisi jalan yang rusak dan halangan buatan membuat Kapolres harus rela “merayap”.

Sesampainya di Kamp penambang, Ridwan Raja Dewa memerintahkan personilnya membongkar gubuk darurat yang dibangun oleh para penambang didalam Kawasan hutan negara tersebut. Beberapa mesin sedot air dan genset yang ditingkal kabur pemiliknya dimusnahkan dengan cara dibakar.

Kapolres menegaskan bahwa pihaknya serius dalam melakukan penegakan hukum diwilayahnya terkhusus kegiatan perambahan hutan dengan tujuan pertambangan emas secara illegal.

“saya tegaskan bahwa kami serius memberantas semua praktek illegal mining, hari ini saja saat orang sedang rayakan Idul Adha , anggota saya rela berlebaran dalam hutan untuk sebuah tugas negara “ ungkap mantan Kapolsek Jebus, Bangka barat itu.

Kapolres Tolitoli ,AKBP Ridwan RD memusnahkan alat alat yang dipakai oleh para penambang untuk mengeruk material pasir batu dilokasi sungai Tabong . (foto : Sahar)

Memasuki hari kedua operasi PETI Sungai Tabong, belum satupun alat berat ditemukan dilokasi , hanya berbagai mesin Genset dan mesin sedot air serta puluhan meter selang serta Jerigen BBM kosong ditemukan disekitar lokasi kerja.

Dijalan yang akan dilintasi menuju lokasi kerja , puluhan batang pohon ukuran besar sengaja ditumbang untuk menghalangi personil polisi masuk kelokasi pertambangan.

Rencananya, Kapolres Tolitoli akan mengundang semua OPD terkait dan Forkopimda untuk duduk Bersama membahas persoalan pertambangan emas tanpa ijin (PETI) diwilayah Tolitoli.

“harus dirembuk Bersama masalah ini, semua pihak yang terlibat harus bersinergi dalam memberantas praktek illegal mining, harus dibuat Pos terpadu yang terdiri dari semua unsur termasuk pemda dan dinas kehutanan “ tegasnya.***

Pewarta : M. Yusuf