Menyajikan Fakta Menyuarakan Nurani

Kejati Sulteng Akui Pantau Proyek Pengadaan Perahu di Tolitoli TA 2020

Jejeran Kapal penangkap ikan ukuran 3 GT tahun Anggaran 2020 dipesisir pantai pulau Lutungan Kabupaten Tolitoli (Foto;Arman/PS)

Palu, Portalsulawesi.Id– Kejaksaan Tinggi Sulteng akui jika pihaknya melakukan pemantauan terhadap proyek pengadaan perahu tangkap nelayan tahun anggaran 2020 dikabupaten Tolitoli ,proyek yang bersumber dari Pos Dana Alokasi Khusus (DAK) dikelola oleh Dinas Perikanan Kabupaten Tolitoli.

 

Kasi Penkum Kejati Sulteng Inti Astutik,SH.MH kepada Portalsulawesi membenarkan jika pihaknya beberapa waktu lalu sempat melakukan monitoring kewilayah kabupaten Tolitoli khususnya ke Pulau lutungan , kunjungan tersebut dalam rangka menyahuti laporan masyarakat terkait proyek pengadaan kapal tangkap nelayan tahun 2020.

“benar mas, tim kami pernah turun ke Tolitoli untuk periksa proyek pengadaan perahu tangkap , tetapi ndak ada masalah kok ,semuanya sesuai “ ungkap Inti Astutik kepada media ini.

Menurutnya, pihak Kejaksaan Tinggi Sulteng menerima informasi dari masyarakat terkait proyek tersebut. Pihaknya merespon dengan menurunkan tim ke lapangan untuk mengecek kebenaran informasi tersebut, hasilnya tidak ditemukan masalah dari proyek tersebut.

Dari penelusuran media ini, Dinas Perikanan Tolitoli tahun 2020 menganggarkan Rp.904.980.000 melalui APBD-Perubahan tahun 2020 dari Alokasi dana khusus (DAK) untuk Pengadaan Perahu/Kapal Penangkap Ikan Berukuran Lebih Kecil dari 3 GT Beserta Mesin,Alat Penangkapan Ikan dan Alat Bantu Penangkapan Ikan .

Dari 27 peserta lelang, CV Wultom yang beralamat di jalan Dua Lontar II kelurahan Kayu Putih –Kota Kupang ,Nusa Tenggara Timur keluar sebagai pemenang lelang , perusahaan tersebut menang dengan nilai penawaran Rp. 900.100.000.

salah satu warga lutungan yang ditemui di sekitar tambatan perahu mengakui jika pengadaan kapal di tempatnya tengah berpolemik,masyarakat mencurigai jika kapal yang saat ini di parkir berjejer dipantai pulau Lutungan tidak dilengkapi dengan alat tangkap sesuai yang disampaikan kepada masyarakat.

“coba liat kedalam perahunya,adakah alat tangkap tersedia? jika nanti ada ,coba liat kualitasnya ” katanya seraya berpesan namanya jangan dimediakan.

Saat ini, perahu yang berbahan dasar Viber Glass tersebut terjejer rapi di pesisir pantai pulau lutungan. Belum jelas kapan perahu tersebut akan dibagikan kepada nelayan penerima manfaat. ***

Pewarta : M.Yusuf

Editor      : Heru