Palu,portalsulawesi.id- Metode Penanganan Terorisme di Kabupaten Poso butuh keterlibatan semua fihak,penanganan secara komperhensif sangat dibutuhkan untuk menyelesaikan gejolak yang terjadi di Tanah Poso.
Hal ini disampaikan Kapolda Sulteng,Irjen Pol.Syafril Nursal SH.MH saat menggelar jumpa pers di Aula RS.Bhayangkara Palu,senin (27/04/2020).
Menurut Kapolda,penanganan Kasus Terorisme di Kabupaten Poso yang telah lama berlangsung tidak dapat diselesaikan hanya dengan Operasi Penegakan Hukum dan Operasi Militer,tetapi perlu peran serta pemerintah daerah dalam melakukan pendekatan Sosial dan ekonomi.
“Persoalan di Poso harus diselesaikan secara komperhensif,penegakan hukum dan operasi militer tidak menyelesaikan masalah,masalah ini bukan hanya tanggung jawab Polri dan TNI,tetapi perlu keterlibatan semua fihak”ungkap orang nomor satu di Polda Sulteng ini.
Secara khusus,Kapolda meminta Kementrian Agama dapat lebih memperketat pengawasan khususnya soal kurikulum dan bahan ajar serta tenaga pengajar di beberapa pesantren di Poso,karena dikhawatirkan jika tidak diawasi dengan benar maka akan ada penyimpangan faham radikalisme terhadap peserta didik.
“Kemenag perlu perketat pengawasan terhadap beberapa pesantren di Poso terutama soal Kurikulum,Soal bahan ajar serta guru yang mengajar,ada dugaan beberapa pesantren tidak dilakukan pengawasan yang cukup” paparnya.
Secara khusus,Syafril Nursal mengajak semua fihak di Sulawesi Tengah khususnya pemerintah daerah dan berbagai fihak agar dapat bersama sama mencarikan solusi agar kedamaian di Tanah Poso dapat terwujud.
“Butuh peran serta semua fihak agar permasalahan terorisme di Poso bisa usai ” harapnya.***
Penulis : Heru








