Menyajikan Fakta Menyuarakan Nurani

Pelayanan PDAM Tolitoli dikeluhkan Warga, Dua Desa Krisis Air Bersih selama 4 Tahun

Tolitoli, portalsulawesi.id- Dua desa di kecamatan Galang yakni Desa Sandana dan Desa Kalangkangan sudah empat tahun memgalami krisis air bersih,hal ini disebabkan pasokan air bersih dari PDAM Kabupaten Tolitoli terputus usai disapu banjir bandang tahun 2016 Silam.

Keluhan warga terkait kebutuhan air bersih tersebut dirasakan sangat mendesak untuk diperhatikan oleh pemerintah karena merupakan salah satu kebutuhan pokok masyarakat.

Kepada Portalsulawesi,Anto (45),Salah satu warga Desa Sandana menyampaikan keluhannya.”Sudah empat tahun ini air tidak mengalir sama sekali, apa lagi mau memasuki bulan suci Ramadhan, air bersih dari PDAM belum juga kita Nikmati.,padahal kebanyakan rumah yang ada di sini hanya berharap semua sumber air itu yang kami manfaatkan,walau ada sumur tetapi terkadang kering dan juga kualitas airnya tidak menjamin karena terkadang asin dan bau ” keluhnya,senin (13/04/2020)

Hal senada juga disampaikan oleh ulan ( 40 ) warga desa Sandana  yang menyayangkan dengan matinya aliran air dari PDAM. Sebab, warga sekitar sangat bergantung dengan air bersih yang dikelola pemerintah tersebut,bahkan akibat terabaikannya layanan air bersih tersebut warga rencananya akan mendatangi kantor PDAM Tolitoli.

“Rencananya besok kami beramai-ramai akan mendatangi kantor PDAM untuk menanyakan penyebab terhentinya aliran air ke rumah warga,kami pakai air PDAM kan bayar juga dan kami juga tidak pernah telat membayar tagihan, tapi kalau begini pelayanannya ya, kami sangat kecewa,” ungkapnya ketus.

Dia juga menyayangkan sikap PDAM Kabupaten Tolitoli yang tidak merespon laporan warga setempat yang sudah mendatangi kantor PDAM untuk menyampaikan keluhan warga selaku pengguna jasa PDAM.

” kami sudah bosan mendatangi kantor PDAM  setiap kami tanyakan kenapa Air belum mengalir jawabnya hanya santai pipanya ada yang bermasalah tapi tidak ada solusi yang di berikan  tanki air yang di janjikan pun tak kunjung tiba hanya janji semata saja ” ucapnya

Direktur PDAM kabupaten Tolitoli Arnold pada saat di konfrmasi melalui telepon genggamnya hanya beralasan Tangki IKK dan Mobil Pengangkut air milik PDAM Tolitoli rusak.

“Iya nanti saya bicarakan dengan IKK nya
Tangki air belum di adakan Karna mobilnya rusak ” tulis Arnold via aplikasi WhastApp kepada portalsulawesi tanpa memberikan solusi lain agar kebutuhan air minum didua desa tersebut dapat teratasi.***

Penulis : Moh.Yusuf