Menyajikan Fakta Menyuarakan Nurani

Masalah 49 TKA Asal Cina, FAPM Sultra Desak Kapolri Copot Kapolda Sultra

Ketua Umum Forum Aktifis Pergerakan Mahasiswa Sulawesi Tenggara (FAPM Sultra) Naga Sultra, Foto : Istimewah

Sultra-Kendari, portalsulawesi.id Ketua Umum Forum Aktifis Pergerakan Mahasiswa Sulawesi Tenggara (FAPM Sultra) Naga Sultra mendesak Kapolri untuk mencopot Kapolda Sultra, rabu (18 maret 2020).

Pernyataan Ketum FAPM Sultra bukan tak beralasan, menurutnya ini disebabkan oleh Kapolda Sultra menyatakan bahwa ke 49 Tenaga Kerja Asing (TKA) cina tersebut bukan berasal dari cina melainkan dari jakarta setelah mengurus dokumen perpanjangan visa masa kerja.

Kemudian terbantahkan setelah kementerian hukum dan ham melalui kantor imigrasi Kendari memberikan klarifikasi jika TKA ini berasal dari cina dan sempat transit di Thailand menuju jakarta dan ke Sultra.

Naga menambahkan, sehingga menurut kajian kami, ini merupakan kesalahan fatal aparat, seharusnya Kapolda tidak seceroboh itu memberikan informasi, apalagi memberikan keterangan pers.

“Kepolisian memiliki intelijen, mestinya lebih awal memberikan keterangan kebenaran informasi lewat intelijennya,
Seorang Kapolda tidak boleh seceroboh itu memberikan keterangan pers yang kejadiannya belum akurat,” kata Naga kepada portalsulawesi.id dalam pesan whastAppnya, rabu (18/3/2020).

Dia melanjutkan, setelah kami menganalisa dan menurut kajian kami, Kapolda sultra telah melanggar undang-undang ITE pasal 28 ayat 1 tentang penyebaran berita hoax dan ini harus di proses secara hukum yang berlaku di NKRI.

“Atas dugaan kesalahan memberikan informasi hoax, kami dari lembaga FAPM Sultra mendesak kapolri untuk segera mencopot kapolda sultra dari jabatannya,” tegasnya.

Naga Mahasiswa Universitas Haluoleo yang duduk di Fakultas Fisip menuturkan, Seharusnnya, institusi Kepolisian tempat masyarakat mendapatkan informasi yang benar, akurat dan terpercaya sehingga masyarakat tidak resah.

Kami juga menyayangkan, penangkapan terhadap pengambil dan penyebar video kedatang 49 TKA asal china dibandara Haluoleo sebagai informasi kepada publik, ditengah wabah virus corona yang cukup parah di china menghantui masyarakat, tutupnya.

Laporan : La Ode Alim