Menyajikan Fakta Menyuarakan Nurani

Baru Dikerja, Drainase Jalan Nasional Ruas Batui- Toili -Baturube Hancur

Drainase jalan di Ruas Batui -Toili-Baturube,tepatnya di Desa Seliti rusak parah,keadaan yang sama juga terjadi dibeberapa titik sepanjang ruas tersebut (foto: rudini/Portalsulawesi)

Morut,portalsulawesi.id- Kucuran Dana Milyaran Rupiah untuk proyek Preservasi Jalan Nasional Ruas Seriti-Baturube Tahun 2019 diduga dikelola tidak maksimal oleh pemenang tender,pasalnya dibeberapa titik pekerjaan yang didanai APBN ini telah hancur berantakan.

Buktinya,baru sekitar sebulan usai di PHO bulan Desember 2019 silam,Pasangan Batu pada pekerjaan Drainase sisi.jalan  di titik 0+600 telah hancur berantakan digerus air,kerusakan parah terjadi disekitar disepanjang Jalan desa Seliti menuju Baturube.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.4 Endi Antony kepada portalsulawesi mengakui bahwa pekerjaan pembuatan drainase dibeberapa titik Ruas Seliti- Baturube terjadi kerusakan,tetapi pihaknya telah meminta Pelaksana untuk melakukan perbaikan.

“Kerusakan pada saluran drainase diruas itu sudah menjadi catatan saat kami PHO,sudah saya suruh kontraktornya perbaiki ” kata Endi Antoni via telepon genggam keredaksi portalsulawesi.

Endi juga mengakui lambat responnya pelaksana dalam menerima laporan tersebut,bahkan menurutnya pihak pelaksana hanya menurunkan tukang dengan jumlah yang sedikit untuk menangani ambrolnya pasangan Mortal di saluran drainase tersebut.

“Saya sudah tegur pelaksananya,cuma tukang yang disuruh perbaiki jumlahnya sedikit,sehingga kerjanya lamban ” Ujar Endi Antoni selaku PPK.

Dari data yang dihimpun redaksi,Pekerjaan Preservasi diruas Jalan Nasional Batui-Toili-Rata hingga Baturube dikerjakan PT Anuntalofu , pekerjaan tahun 2019 silam merupakan pekerjaan Long Segmen.

Menurut sumber terpercaya,pelaksana proyek Preservasi tersebut merupakan perusahaan milik kerabat salah satu petinggi Partai politik, PT Anuntalofu juga menangani Proyek Preservasi Jalan Ruas Taripa-Bungku-Bahodopi Batas Sultra tahun anggaran 2019 silam.

Pekerjaan Long segmen Merupakan penanganan preservasi jalan dalam batasan satu panjang segmen yang menerus untuk mendapatkan kondisi jalan yang seragam, yaitu jalan mantap dan seragam sepanjang segmen.

Sementara untuk pekerjaan Drainase wajib memenuhi beberapa unsur diantaranya saluran harus bersih dan tidak mengalami kerusakan struktur, tidak boleh ada penyumbatan > 10 %. Waktu tanggap kerusakan struktur 21 hari, waktu tanggap penyumbatan 7 hari, Lereng timbunan tidak ada deformasi dan erosi, serta dapat berfungsi dengan baik.

Selain itu,Drainase Jalan seharusnya pada lereng galian harus stabil, kuat untuk menahan erosi dan berfungsi dengan baik. Waktu tanggap 14 hari.

Pekerjaan Preservasi Ruas Batui- Toili-Rata-Baturube Tahun 2019 menelan anggaran sekitar Rp.44 Milyar dari Pos APBN ,uang negara yang mengalir lewat Kementrian Pekerjaan Umum Direktorat Bina Marga  tersebut dipercayakan dikelola oleh Balai Peningkatan Jalan Nasional Wilayah III yang digawangi oleh Beni Birmansyah ST.MT selaku Kepala satuan Kerja (Kasatker) pelaksana Jalan Nasional Wilayah III di Sulawesi Tengah.

Beni Birmansyah selaku Kasatker Wilayah III tidak dapat dikonfirmasi,nomor yang biasa dipakai komunikasi tidak dapat dihubungi lagi.****

 Penulis : TIM Portalsulawesi