Menyajikan Fakta Menyuarakan Nurani

Diduga Pakai Material Ilegal,Proyek Dampingan TP4D Kejari Tolitoli “Nyebrang” Tahun

Proyek Tambatan Perahu Desa Kabetan yang belum rampung ,padahal sudah menyebrang tahun (foto: M.yusuf)

Tolitoli,portalsulawesi.id –Proyek Tambatan Perahu diDesa Kabetan Kecamatan Ogodeide Kabupaten Tolitoli tahun 2019 dikeluhkan warga,pasalnya proyek yang menelan Anggaran Milyaran rupiah ini hingga minggu kedua bulan Januari 2020 kondisinya masih belum rampung.

Proyek Tambatan Perahu di Desa Kabetan ini menelan biaya Rp.1.56 Milyar dari Pos Anggaran APBD Tahun 2019,waktu kerja yang dicantumkan di papan proyek 150 Hari Kerja.

Pekerjaan yang menggunakan Anggaran APBD Dak Afirmasi Transportasi ini melekat di Dinas Perhubungan Tolitoli dikerjakan oleh CV Mulia Raya yang beralamatkan di Jalan Mohammad Hatta No 159 Kota Tolitoli.

Pantauan media ini dilapangan,pekerjaan Tambatan Perahu didesa Kabetan memasuki tahun 2020 belum rampung,banyak item pekerjaan yang belum dilaksanakan oleh Kontraktor.

Olong (38),warga desa kabetan yang ikut kerja pada proyek itu menuturkan kalau keterlambatan proyek pekerjaan tambatan perahu ini disebabkan oleh tidak tersedianya material kayu ,sehingga berdampak kepada progres kerja.
“Material kayu sering lambat ” akunya saat media ini berkunjung ke Kabetan,Selasa (14/01/2020).

Masih menurut Olong,Kontraktor sejak proyek itu dikerja ,tidak pernah mempekerjakan warga lokal sekitar Proyek,sehingga terkadang memicu gesekan sosial antara pekerja dengan masyarakat desa Kabetan khususnya dusun Bumbung.

“Kontraktornya tidak pake orang yang Ada  didusun  Bumbung sini,padahal kita butuh kerja Untuk tambah penghasilan Karena sekarang kita lagi tidak melaut  ” Curhat Olong.

Sedangkan Muklan (35),warga desa Kabetan berharap proyek tambatan perahu ini bisa segera rampung,karena masyarakat berharap dapat merasakan manfaat dari Tambatan Perahu tersebut.

“Kami Berharap dapat Diselesai Dan di kerjakan dengan Spesifikasinya sesuai RAB tepat waktu, Apalagi Proyek Ini Anggarannya Cukup Besar  “kritik Muklan.

Menariknya,sebagian besar Kayu Yang dipakai untuk tiang dan lantai pada dermaga Tambatan perahu dikabetan ini diduga berasal dari Hutan Pinjan dan hutan diperbatasan Tolitoli Buol.

“Kayu yang dipakai proyek tambatan perahu itu kayu dari wilayah Tolitoli utara,kayu dari wilayah giok di binontoan asalnya,coba tanya dokumen kayunya,ada tidak?..” ungkap sumber yang minta identitasnya dirahasiakan.

Jika informasi tersebut benar,patut diduga proyek milyaran Rupiah didesa Kabetan tersebut memakai material ilegal,parahnya proyek tersebut dalam dampingan Penegak Hukum dalam hal ini Tim Pendampingan dan Pengawas Pembangunan Daerah (T4D) Kejari Tolitoli.***

Penulis : M.Yusuf
Editor : Heru