Palu,portalsulawesi.id – Gerbong Kabinet di pemerintahan Hidayat-Sigit Purnomo Said kembali mengalami pergeseran,Walikota Palu melantik dan mengambil sumpah Singgih B,Prasetya selaku pejabat Baru Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota palu,menggantikan Presley Tampubolon yang mengisi Jabatan Kepala Dinas kearsipan dan perpustakaan Kota Palu,Rabu (27/11/2019).
Singgi B Prasetyo yang sebelumnya menjabat Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Palu,sementara itu Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Palu sebelumnya Denny Taufan ditempatkan mengisi jabatan Asisten Bidang Administrasi Perekonomian dan Pembangunan menggantikan Singgi.
Dalam sebuh kesempatan dalam perayaan Natal bersama Kerukunan Keluarga Witamori beberapa waktu sebelumnya ,Hidayat mengungkapkan, bahwa dia telah menonjob salah seorang kepala bidang di BPBD karena disinyalir terlibat memainkan data korban penerima stimulan tahap dua.
Untuk transparansi penerimaan dana stimulant serta pendataan baru,walikota Palu menghimbau masyarakat langsung berhubungan dengan pemerintah terdekat yakni kelurahan.”Masyarakat silahkan datang ke kantor kelurahan masing-masing untuk melengkapi berkas penerimaan dana stimulan,” himbau Hidayat.
Wali kota mengemukakan, saat ini sekitar 9.000-an data rehabilitasi rumah rusak ringan, sedang dan berat atau penerima dana stimulan masih bermasalah.
Dia menduga, ada oknum-oknum tertentu sengaja memainkan data-data korban penerima bantuan tersebut sehingga persoalan itu belum juga tuntas.
“Masih ada masalah pendataan penerima dana stimulan. Saat ini proses pencairan dana tersebut sedang berjalan,” kata dia.
Wali kota meminta Kepala BPBD yang baru diambil sumpahnya agar lebih fokus menangani perbaikan rumah rusak terdampak gempa, baik rusak ringan, sedang maupun berat.
Pemkot Palu, katanya telah mendapat kucuran anggaran senilai Rp820 miliar untuk kepentingan rehabilitasi sebanyak 38.805 rumah.
Hidayat meminta agar nama-nama penerima bantuan dana stimulan tahap dua harus sesuai Nomor Induk Kependudukan (NIK) agar tidak terjadi tumpang tindih data.
“nama penerima harus singkron dengan NIK,by name By Adress agar tidak tumpang tindih dan tidak akurat “ tegasnya.****
Penulis : Afdal








