Palu,portalsulawesi.id- Perhatian besar Walikota Palu ,Hidayat M.Si terhadap agama dan Budaya Kota Palu sangat terlihat saat menghadiri kegiatan Festival Maulo Nabi Besar Muhammad SAW yang dirangkai dengan Pengukuhan panitia pembangunan Kawasan religi Masjid Tua Alhidayah dikelurahan Besusu Barat,Kecamatan Palu Timur, Kota Palu, Kamis malam (21/11/2019).
Hidayat berharap pelaksanaan Festival Maulo Nabi Muhammad SAW dan pengukuhan panitia pembangunan Kawasan Religi Masjid Tua Alhidayah di Kelurahan Besusu Barat ini akan membuat masyarakat di kota Palu menjadi lebih tentram dan damai juga memberikan kesejukan, kejernihan berpikir bagi umat Islam di kota teluk ini.
“saya sangat mendukung Kawasan Masjid Tua Alhidayah Besusu ini dijadikan Kawasan religi,karena sejarah Islam dikota palu punya cerita tersendiri dimasjid besusu ini “ ujarnya.
Turut hadir mendampingi Walikota, Staf Ahli Bidang Sosial Budaya Pemkot Palu, dari unsur Forkopimda, pejabat Depag Kota Palu, pengurus muslimat NU sulteng, pengurus Gerakan Pemuda Ansor Sulteng, camat dan lurah, Ketua Ormas dan OKP se Kota Palu, para alim ulama, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemangku adat, tokoh perempuan dan tokoh pemuda.
Dalam kesempatan tersebut, Walikota Palu juga menyebutkan bahwa peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW bagi umat Islam khususnya di Indonesia, sudah menjadi tradisi yang mewarnai setiap aktivitas hari-hari besar Islam setiap tahunnya.
“Meskipun perihal Maulid Nabi Besar Muhammad SAW ini, tidak dituntunkan dalam hadistnya untuk diperingati, tetapi maulid yang kita laksanakan setiap tahun sebagai ungkapan rasa syukur dan kecintaan kita akan kelahiran Rasulullàh Muhammad SAW dimuka bumi ini ,baginda nabi mengajari kita membangun nilai nilai toleransi kekeluargaan dan kegotongroyongan,” tutur Hidayat.
Walikota Palu Hidayat berharap,festival maulid atau Festival Maulo, tidak berhenti hanya sebatas diperayaan saja,tetapi ada kerangka aksi tindaklanjutan yang lebih konkrit yang akan dilakukan guna memajukan kebudayaan dan pariwisata religi di Kota Palu.
“Kebersamaan dan Gotong royong serta pelestarian Budaya jangan hanya berhenti disetiap ada perayaan saja,saya berharap dituangkan dalam kehidupan kita sehari hari,masintuwu kita Maroso,morambanga kita Marisi “ pesannya.***
Penulis : heru








