Sultra-Muna, portalsulawesi.id- Plt. Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (Dinas Pertanian) Kabupaten Muna La Ode Anwar Agigi mengklarifikasi kekesalan Bupati Muna LM Rusman Emba kerjasama jagung kuning dengan Bulog yang diungkapkan pada Musrembang Kabupaten Muna di Galampano Kantolalo, selasa (26 Maret 2019) lalu.
Menurut Awar Agigi, kekesalan Bupati Muna kerjasama dengan Bulog atas harga jagung yang harganya tidak sesuai kesepakatan dan seakan lepas tangan, itu dimasanya Kepala Dinas Pertanian sebelum saya yaitu era pak Hamalin. Kemungkinan info yang didapat Bupati Muna sebelum kepala Bulog Muna yang sekarang.
Pejualan jagung saat ini diarahkan keluar daerah, disebabkan, lebih menguntukan dikirim ke Makasar dari pada menjualnya ke Bulog Muna.
“Ada perbedaan harga yang lebih menguntungkan Petani Pembisnis Muna, dengan selisih harga Rp. 550, Bulog Muna membeli Rp. 3.150 sampai ke gudannya sementara sampai ke Makasar melalui jalur Tol Laut Rp. 3.700,” kata Anwar Agigi kepada portalsulawesi.id melalui pesan Whastapp, selasa (7/5).
Dia menambahkan, Bulog Muna memang aneh, seperti gagap karena kalau memang berniat beli jagung panen sekarang, mestinya ke kantor untuk koordinasi, sebab kami punya data hasil konsolidasi lahan dan komoditi jagung lengkap degan jadwal tanam dan panennya, lokasi lahan berbasis titik koordinat/digital.
Baca juga :
“Jika memang Bulog mau beli jagung, kita bisa fasilitasi, tentu dengan harga yang menguntungkan petani,” ungkapnya.
Petani Pembisnis yang membeli dan mengirim jagung di pabrik/off taker di Makassar, itu binaan Dinas Pertanian, sebab kami akan terus memantau dari peredaran pasar jagung petani, bebernya.
“Petani Pembisnis binaan Dinas Pertanian, sudah melakukan kontrak dengan perusahaan di Makasar dengan target pertahun minimal mengirim 5.000 ton pertahun dengan harga, menyesuaikan harga pasar,” jelasnya.
Jadi, bukan papalele atau pengumpul jagung yang menentukan harga sesuka hati, bila Bulog Muna mau membeli jagung petani, mari kita duduk bersama, tambahnya.
“Kalau Bulog Muna mau hebat didalam bisnis jagung dengan kadar yang ditentikan bulog 15 persen, Bulog harus sediakan Corn dryer atau pengering jagung bersama silonya, agar petani mendapat jalan terbaik waktu panen dan tidak membuat petani kerepotan,” tegasnya.
Pemda Muna melalui Dinas Pertanian, lagi mengembangkan kawasan pembangunan pengelolaan hasil produksi pertanian khususnya jagung, agar mutu dan kontinuitas dijamin, Petani cukup menanam dan menjual dikawasan tersebut, tutupnya.
Laporan : La Ode Alim











