Sultra-Muna, portalsulawesi.id- Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Muna memiliki misi dua tahun kedepan tercipta Swasembada pangan di Kabupaten Muna.
Pelaksana Tugas Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Muna La Ode Anwar Agigi, SP mengatakan Agenda dipertanian setelah mempelajari Rencana Program Jangka Menengah Kabupaten Muna dari Bupati dan Wakil Bupati terpilih LM. Rusman Emba dan Malik Ditu dalam misi kedepannya yaitu meningkatkan bidang ekonomi masyarakat.
“Kita sudah memformulasikan rencana beliau dalam bidang ekonomi, untuk memberikan pertumbuhan ekonomi Pendapatan Domestik Bruto (PDB) secara terus menerus sebagai indikator kemakmuran masyarakat,” kata Anwar kepada Portalsulawsi.com, kamis (4/10) diruang kerjanya.
Dia menambahkan, peningkatan PDB masyarakat tercermin dari peningkatan daya beli.
“Saat ini Sub sektor pertanian pertumbuhan ekonominya menurun dalam dua tahun belakang ini, walaupun pertanian menjadi pendapatan asli daerah yang tertinggi dari angka 39,4%, bila dibagi maka Dinas pertanian menjadi angka yang tertinggi dari 17 bidang diangka 5,2%,” bebernya.
Berarti diangka itu kita mampu mengerakan ekonomi, masih jauh dibawah ekonomi propinsi dan kabupaten muna hampir sejajar dari kabupaten yang baru mekar, pada hal kita merupakan kabupaten awal pembangunan di Sultra, tuturnya.
Plt yang baru menjabat satu bulan Anwar menyatakan, Ini fakta yang ada, maka perlu kita tingkatkan dengan pendekatan produksi. Jalannya dengan intensifikasi, memanfaatkan lahan yang sudah ada dalam rangka peningkatan produktivitasnya, misal 3 ton, kita tingkatkan menjadi 4 ton. Kedua pendekatan perluasan areal (ekstensifikasi), merehabilitasi tanaman untuk memulihkan produksinya.
“Selain kita konsolidasi lahan, pendekatan dengan tiga elemen menjadi kunci keberhasilan. Dulu hanya komoditas dan petani tapi sekarang kita tambah dengan pedagang sebagai penyerapan pasar, kita tidak mau dengar lagi ada petani yang mengeluh, sebab hasil panennya tidak bisa diserap pasar,” tegasnya.
Fokus Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Muna, tanaman prioritas saat ini untuk pangan yaitu padi, jagung dan kedelai, tanaman Horti bawang merah, cabe, tomat. Sementara untuk perkebunan, mente, kakao, kelapa dan kopi. Tanaman menjadi fokus di Muna untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, jelasnya.
“Kita memiliki target dalam dua tahun kedepan Swasembada pangan, saat ini kita punya lokasi cetak sawah irigasi 1.836 Ha dan lahan kering 1.200 Ha, kita membutukan 4.200 Ha lahan padi untuk memenuhi stok beras kita,” ungkapnya.
Dalam pertahun kebutuhan beras di Muna kisaran 25 ribu ton, sementara dari hasil produktifitas lahan hanya tersedia 4.900 ton, kita masih kekurangan 21 ribh ton. Bila dirupiahkan maka uang yang berputar keluar, memasukan beras sekitar Rp. 248 miliar.
“Ini yang harus kita pikirkan, bagaimana menciptakan pangan mandiri, sebab syarat lahan serta sumber air cukup, teknologi juga kita sudah punya. Tapi sementara kita akan identifikasi dimana masalahnya,” katanya.
Anggaran yang gelontorkan dari APBD Muna sekitar 20 miliar ditahun 2018 dan usulan 2019 nanti sementara penggunaan untuk sektor publik hanya 30% dari anggaran, bila hanya mengandalkan anggaran ini, pasti terbatas mencapai tujuan besar kita. Maka penting peranan dari pemerintah pusat dan propinsi membantu, harapnya.
Kita juga akan merangkul pihak Bank, dalam mendapatkan modal petani dengan KUR, juga pemerintah daerah akan mengintruksikan ke Kepala Desa agar Dana Desa bisa dialokasikan ke pembangunan ekonomi Desa (pertanian) sebesar 30-50%, tambah Anwar.
Anwar yang juga Mantan Sekertaris PUTR Muna menyatakan Bila sumber daya ini kita lakukan dengan optimis, maka dalam waktu dua tahun akan ada perubahan signifikan dari perkembangan ekonomi Muna, itu yang dimaksud dengan membangun peradaban baru Muna. Target ini akan dilaunching kedepan dengan nama “Gerakan Muna Berusaha Tani”.
Dengan pertubuhan kesejateraan petani, maka peningkatan PAD dengan pengambilan retribusi juga akan dihasilkan sebab meningkatnya penghasilan petani, tutupnya.
Reporter: La Ode Alim










