Menyajikan Fakta Menyuarakan Nurani

Lokasi Penyekapan Selama 15 Tahun oleh Tete Jago di Tolitoli, Ramai Dikunjungi

TOLITOLI – Portal Sulawesi.Com Pasca terungkapnya kasus penyekapan anak yang bernama Hasni korban (28) yang dinyatakan hilang oleh keluarganya semenjak tahun 2003 yang pada saat itu korban Hasni yang masih ber usia 13 Tahun yang di lakukan oleh seorang Dukun kampung Tete Jago di Desa Bajugan kecamatan Galang Kabupaten Tolitoli selama 15 Tahun.

Korban yang kini masih di rawat untuk pemulihan kondisi physikologinya yang sempat Drop serta  masih dalam pengawasan pemerintah Kabupaten Tolitoli lewat Dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan Anak kabupaten tolitoli.
 
Dari pantauan media Portal Sulawesi selama terungkapnya kasus penyekapan ini kasus  ini ramai  selalu di bicarakan di mana mana bahkan beritanya sudah tersiar ke mancanegara, dari peristiwa ini ada yang unik serta menarik dari kasus tersebut, di mana tempat ini setiap harinya selalu ramai di datangi dan di kunjungi oleh warga yang ada di sekitar tempat kejadian, bahkan ada yang sengaja datang ke tempat ini di luar kabupaten tolitoli untuk datang melihat langsung seperti apa sebenarnya goa batu itu.

Seperi yang di katakan salah satu pengujung yang datang langsung dari kota tolitoli tepatnya di kelurahan Tuweley kecamatan Baolan bahwa dirinya merasa penasaran dengan goa penyekapan tersebut.
 
“Saya sengaja datang langsung kemari karena saya sangat penasaran dengan tempat penyekapan itu dari pada saya penasaran dengar orang pe cerita mending  saya dengan dua teman saya datang lia sandiri  ” Ungkap Tika dengan dialog Utara di depan media Portal Sulawesi. Sabtu (11/8/2018).

Lebih jauh Tika mengatakan kalau dia sangat heran pada saat iya melihat lubang batu di mana korban di sekap selama  15 tahun.

“Astaga pe kasian dang itu tete so tidak ada hati sekali dang itu hasni di sembunyi dalam lobang batu “Tutup Tika sambil menutup mulutnya dengan haru.

Di tempat terpisah yang tidak jauh dari tika berdiri media ini menemui salah satu warga yang sedang berjualan makanan dan minuman mengatakan bahwa dia mendapatkan penghasilan lebih dari hasil jualannya

“selang sehari kejadian saya coba untuk jualan di sini Alhamdulillah ternyata pengujung setiap harinya banyak yang datang dan saya mendapat penghasilan lebih di sini. “pangkas Erni si penjual yang berasal dari Desa Galumpang. Kecamatan Dakopamean tepatnya tetangga desa di mana desa tempat tinggal korban.

Reporter : M. Yusuf

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *