Menyajikan Fakta Menyuarakan Nurani

Diduga Oknum Pemerintah Desa Supilopong Belanja Alat Listrik Gunakan  DD Tak Sesuai Spesifikasi

Parimo – portalsulawesi.id Dugaan penggunaan dana desa (DD) dimainkan oleh pemerintah Desa Supilopong Kecamatan Tomini,  Halil, selaku Kepala Desa (Kades) Supilopong, Kecamatan Tomini, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) juga dianggap semena-mena terkait penggunaan dana desa. Halil diduga manipulasi belanja, ratusan juta dana Desa terbuang begitu saja tanpa ada manfaatnya. Pengadaan  Alat instalasi jaringan listrik diadakan oleh pemdes mubazir karena tidak sesuai spesifikasi pihak PLN (persero) area Toli-toli.

Setahun lamanya, warga Desa Supilopong, menunggu kehadiran jaringan listrik sebagai penerangan di desanya. Namun, hingga kini tak kunjung juga, nyala tanpa ada klrarifikasi dengan pihak masyarakat, masyarakat bertanya tanya kenapa belum juga mengalir ke rumah-rumah warga. Dan Hanya ada beberapa tiang listrik yang nampak terlihat di desa, terletak di pinggir jalan. Dan mirisnya lagi,  tiang listrik berdiri tanpa kabel instalasi jaringan kabel, ini merupakan tiang-tiang kepunyaan pihak PLN (persero) area Toli-Toli. Sedangkan tiang-tiang yang diadakan dari dana desa oleh pemdes sendiri tidak digunakan.

Berdasarkan pantauan media ini di lokasi, pihak PLN menyatakan tiang yang diadakan oleh pemdes, tidak sesuai spesifikasi. Dan, pemasangan jaringan listrik PLN seperti permohonan Desa Supilopong, menggunakan sistem investasi PLN. Investasi, yaitu semua material jaringan, bakal berasal dari PLN (persero). kepala PLN rayon Kotaraya, Made Agus, saat di mintai keterangannya, menyatakan pada tahun 2018 ini Desa Supilopong bakal menikmati aliran listrik. PLN area Toli-Toli, kata “Made Agus, ia telah menyetujui permohonan permintaan jaringan listrik desa tersebut.

Dirinya pun menjelaskan, belum diketahui kapan tepatnya, namun Desa Supilopong bakal menikmati listrik pada 2018 ini. Kontraknya sudah dibuat dan di tanda tangani di PLN area Toli-Toli”, ucap” Made agus.

Terkait tidak terpakainya tiang-tiang listrik yang diadakan dari alokasi dana desa Supilopong, Made Agus menyatakan sedikit bingung dan mengaku baru mendapati hal demikian. Saya baru mendapati hal dana desa untuk dibelikan alat-alat listrik. Sebab, permohonan jaringan listrik seperti itu dilakukan dengan investasi PLN. Semua hal terkait instalasi, berasal dan sesuai spesifikasi PLN”, katanya.

Yang anehnya lagi, pihak pemohon (desa) mengajukan permohonan terlebih dahulu ke rayon (PLN rayon Kotaraya), untuk dilakukan survey. kata dia, rayon meneruskan hal tersebut ke PLN area Toli-Toli untuk proses selanjutnya.ini akan mubazir bahan-bahan jaringan listrik bernilai ratusan juta rupiah yang terlanjur diadakan oleh pemdes supilopong, Made Agus mengatakan saya akan menanyakan hal tersebut ke pihak PLN area Toli-Toli.

“Sambungnya, baru mendapati hal demikian. Namun, seperti desa-desa lain di sekitar Supilopong, permohonannya masuk ke kami (PLN rayon Kotaraya), lalu kami melakukan survey. Dan Hasilnya, kami teruskan ke PLN area Toli-Toli. Sesuai hasil survey kami di lapangan, itulah baru ke PLN area Toli-Toli akan membuat keputusan. Namun, sifatnya investasi PLN”, ujarnya.

Kades Supilopong, Halil, saat di konfirmasi via telphone genggamnya 081354580XXX, tak menapik perihal tersebut, dan berdasarkan laporan sumber yang tak mau di korankan namnya, ia kades halil mengajukan permohonan langsung ke PLN area Toli-Toli, Halil tidak dapat menjelaskan keputusannya terkait pengadaan alat jaringan listrik yang di anggarkan oleh desa pada tahun 2017 silam, ” kata sumber saya menanyakan ke pihak PLN, dan kata managernya pemdes supilopong, sebenarnya, sempat ke PLN rayon Kotaraya, tetapi  diarahkan untuk ke PLN area Toli-Toli. Soal spesifikasi, saya hanya bertanya ke orang PLN saja”, kata dia.

Lanjut dia,, (sumber), kata kades juga mengaku lupa berapa jumlah nilai dana desa yang ia belanjakan untuk pengadaan alat listrik desanya. Selain lupa berapa besaran dana, yang dia belanjakan, Halil juga menyatakan lupa dimana dirinya membeli alat-alat kelistrikan tersebut. “Saya lupa berapa persisnya. Jumlahnya, Tapi pokoknya diatas Rp100 jutaan, Saya beli di Kota Palu. Pokoknya toko yang dekat lampu merah. Saya lupa nama jalan dan wilayah Kota Palu sebelah mana”, kata sumber,

“Halil juga mengaku belum mengetahui tindakan apa yang bakal dia lakukan, jika PLN akhirnya tidak fungsikan semua alat listrik yang ia beli menggunakan dana desa tersebut. Pada dasarnya semua itu kami anggarkan demi masyarakat untuk penerangan rumah masyarakat supilopong,

Kami masyarakat butuh penjelasan jelas dari pemdes supilopong, bukan hanya terkatung katung begitu saja, ini dana desa yang prioritasnya untuk masyarakat desa, jika di biarkan begitu saja tanpa ada kejelasannya, sama halnya dengan merugikan uang negara, pungkas tegas sumber,

CR : Denny / Yunus

Editor : Redaktur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *