PARIMO – portalsulawesi.id – Pekerjaan drainase salah satu Proyek siluman yang di duga milik mangku slamet, pekerjaan yang ada di Desa Malakosa Kecamatan Balinggi Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) tersebut nampak tidak memiliki papan informasi anggaran pekerjaan, padahal, dalam proyek pembangunan sistem drainase, pemasangan papan nama proyek ini termasuk pekerjaan persiapan (Pre-Construction). salah satunya adalah pemasangan papan nama proyek sebanyak yang diperlukan, minimal dua buah, dengan ukuran dan penempatan yang ditunjuk oleh Direksi Teknik yang harus dilakukan berkaitan dengan persiapan lapangan ini adalah tentukan lokasi pemasangan papan nama proyek yang strategis, mudah dibaca, dan aman terhadap gangguan.
Tidak hanya papan proyek yang menjadi masalah, pekerjaannyapun terlihat amburadul dan sangat instan, pasalnya penyusunan batu kali yang seharusnya disusun dengan campuran, justru sistem pengecoran yang hanya memakai 10 sampai 15 buah batu kali dalam permeternya.
Pelaksana Proyek drainase Laode yang dikonfirmasi via Telpon beberapa waktu lalu mengatakan, proyek tersebut milik mangku slamet, dia sebagai pelaksana hanya melaksanakan perintah dari mangku.
“kontrak sudah ada tapi belum ada saya pegang karena pak mangku yang pegang, sedangkan papan proyeknya belum di cetak, karena saya suruh cetak terus, tapi saya tanyakan pak mangku bagaimana dia pegang,”jelasnya.
Aneh, jawaban Laode terkait pekerjaan itu, dia mengaku belum memegang rencana anggaran bangunan (RAB), padahal, RAB berfungsi sebagai acuan dasar pelaksanaan proyek, mulai dari pemilihan kontraktor yang sesuai, pembelian bahan bangunan, sampai pengawasan proyek agar berjalan sesuai dengan rancangan dan kesepakatan awal, namun berbeda dengan cara kerja Laode sebagai pelaksana pekerjaan tersebut, justru dia mengerjakan Proyek tersebut tanpa memegang RAB dari dinas PUPRP.
“saya kurang tau, saya belum ada di kasih RABnya itu, ada di pegang sama pak mangku karena saya mana ada di kasih tau kan saya hanya buruh, tidak mungkin mereka kasih tau saya, kan sudah umumnya begitu,”kata Laode.
Ditanyakan soal koforan oleh media ini, Laode justru mengatakan bahwa pengawas sudah deal, dan pekerjaan itu sudah dilihat oleh pengawas dari dinas PUPRP, terkait anggaran justru Laode menyuruh untuk mengkonfirmasi anggaran ke duinas PUPRP, dan dia tidak mengetahui berapa anggaranya.
CR : TOMY
Reporter : Yunus











