Menyajikan Fakta Menyuarakan Nurani

Beredar Rekaman Dirinya di Medsos, Kapus Tomini Angkat Bicara

PARIMO – portalsulawesi.id Beberapa hari terakhir Kepala Puskesmas Kecamatan Tomini, Fatma Bakar Idrus di pusingkan dengan beredarnya rekaman tentang dirinya yang di duga memberikan pernyataan di sebuah forum, dimana dirinya sempat mengungkapkan kekesalannya hingga berkata dengan mengancam wartawan yang mencoba untuk mengangkat berita tentang dirinya.

Diduga pernyataan kekesalannya tersebut karena di picu oleh persoalan salah satu Pegawainya Bidan PTT yang menginginkan pindah dari Puskesmas Kecamatan Tomini ke Puskesmas Kecamatan Ongka Malino.

“Benar itu adalah potongan suara saya, disaat saya memberikan arahan kepada seluruh staf pegawai di lingkungan puskesmas tomini, ini karena kekecewaan saya kepada Ridha, salah satu Bidan PTT yang ingin pindah ke wilayah Puskesmas Ongka Malino, yang meminta saya untuk harus menandatangi Rekomendasi, saya tidak mungkin mau tahan dia kerja di sini, karena itu adalah hak dia, tapi kita harus sesuai dengan prosedur” tutur Fatma Bakar Idrus kepada Media portalsulawesi.id Sabtu, (12/05/2018).

Iapun menambahkan, bahwa dirinya menyampaikan dalam pertemuan dengan staf, jika ada salah satu bidan PTT yang akan pindah harus melalui prosedural Dinas Kesehatan, dan mengajukan permohonan secara lisan dan tertulis untuk di rekomendasikan ke Dinas Kesehatan Kabupaten Parigi Moutong dan dinas yang akan mengeluarkan rekomendasi pindah daerah bidan PTT tersebut, dan dia mengakui bahwa dirinya tidak mengetahui bahwa penyampaian tersebut di rekam oleh bawahannya dan itu pun dia bicara lantang karena dirinya menduga ada yang menghubungi wartawan untuk klarifkasi persoalan bidan PTT yang mau pindah tersebut.

“Saya seolah-olah di desak untuk menandatangani Surat Rekomendasi yang di sedorkan kesaya, padahal saya maupun staf saya tidak pernah menerbitkan surat rekomendasi perpindahan tersebut, apalagi Rekomendasi tersebut bukan menjadi kewenangan saya untuk menindaklanjuti, itu adalah kewenangan dari Dinas Kesehatan Parimo, sehingga saya ditakut-takuti akan dilaporkan kepada wartawan, karena saya merasa bahwa apa yang saya lakukan adalah sesuai dengan prosedur dan hasil koordinasi dari berbagai pihak, sehingga saya merasa tidak bersalah, jadi kalau saya merasa tidak bersalah untuk apa saya takut“ ungkapnya.

Diapun menyayangkan bahwa pernyataanya dalam rekaman tersebut hanya di potong, tidak di berikan secara keseluruhan, sehingganya masyarakat terlebih wartawan menganggap ini sebagai ancaman untuk wartawan

“coba diberikan rekaman aslinya, sehingga orang yang mendengar terlebih wartawan bisa memaknai hal ini seperti apa sesungguhnya dari pernyataan tersebut, rumor ini sengaja di kembangkan oleh oknum yang tidak paham dengan prosedural perpindahan bidan PTT daerah, jika ada bidan PTT yang akan pindah harus membuat surat permohonan tertulis dari kepala puskesmas untuk di rekomendasikan ke Dinas Kesehatan Kabupaten selanjutnya akan diteruskan ke Puskesmas daerah pindahnya Agar bidan PTT daerah tujuannya dapat merekomendasikan dimana bidan PTT bertugas” jelasnya

Dia menyatakan bahwa dirinya merasa dirugikan dengan kejadian ini, dan ia mengancam akan melaporkan hal ini kepada aparat kepolisian setempat, siapa yang merekam dan siapa yang sengaja menyebarkannya pernyataan saya tersebut.

“Saya atas nama pribadi dan memohon maaf kepada seluruh wartawan, bahwa pernyataan itu bukan maksud menyinggung perasaan dan profesi teman-teman wartawan, itu semata-mata karena saya merasa didesak untuk mengeluarkan rekomendasi perpindahan Pegawai Puskesmas antar kecamatan sehingga saya di takut-takuti dengan melaporkan kepada Wartawan terkait lamanya rekomendasi itu di keluarkan, padahal segala ketentuan sudah diatur dan saya ikuti, serta saya patuh pada peraturan instansi Dinas Kesehatan Parimo, terkait prosedur perpindahan pegawai di lingkungan puskesmas dan saya akan melaporkan kejadian ini kepihak berwajib, karena ini telah menjatuhkan nama baik saya dimata publik” ungkapnya kepada media portalsulawesi.id

Reporter : Yunus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *