Menyajikan Fakta Menyuarakan Nurani

Sinergitas & Penyamaan Persepsi Terkait Juknis Pengelolaan DAK KB

Abdullah Kemma, SE. MSi, Kepala BKKBN Sulteng membuka kegiatan sosialisasi Juknis DAK KB 2018 dan Perencanaan DAK KB 2019, yang dilaksanakan Rabu Malam 14/3/2018, di Hotel Jazz Palu. (F-Nila)

PALU Portalsulawesi. Com –  BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah mengadakan sosialisasi teknis pelaksanaan DAK sub bidang KB tahun 2018 dan perencanaan DAK sub bidang KB tahun 2019 tingkat Provinsi Sulawesi Tengah. Kegiatan dibuka oleh Kepala BKKBN Sulteng, Abdullah Kemma,  Rabu Malam (14/3/2018), bertempat di Hotel Jazz Palu.

Pada kesempatan itu,  Abdullah Kemma menyampaikan beberapa hal penting terkait pengelolaan DAK sub bidang KB tahun 2018, yang bertujuan untuk meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan dan keluarga berencana serta kesehatan reproduksi terutama dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan dan gizi masyarakat melalui dukungan peningkatan pemerataan pelayanan kesehatan,  ketersediaan obat dan perbekalan kesehatan, penyediaan sarana dan prasarana pelayanan kesehatan dan KB dalam rangka mendukung pencapaian prioritas nasional dalam rencana kerja pemerintah 2018.

Pada 2018 ini, kata Abdullah  Kemma, pemerintah pusat menggelontorkan dana DAK untuk Sulawesi Tengah yaitu untuk alokasi DAK fisik sebesar Rp. 11.819.000.000,- dan alokasi DAK non fisik (BOKB)  sebesar Rp. 50.907.270.000,- tahun 2018.  terjadi peningkatan alokasi DAK non fisik BOKB yang sangat besar. Hal ini dikarenakan adanya alokasi penambahan menu DAK non fisik yaitu operasional Balai Penyuluhan KB, operasional distribusi alokon,  operasional integrasi program KKBPK dan program pembangunan lainnya di Kampung KB, operasional pembinaan program KB bagi masyarakat oleh kader PPKBD dan Sub PPKBD.

Ini menunjukkan bahwa dari tahun 2008 -2012 terlihat korelasi positif antara peningkatan alokasi data dengan pencapaian indikator CPR namun pada 2012-2015 meski alokasi DAK KB terus meningkat namun CBR menunjukkan sebaliknya. Hasil evaluasi DKB Bappenas mengindikasikan adanya ketidak sesuaian antara perencanaan dengan pelaksanaan database serta belum optimal dan pemanfaatan sarana prasarana di KKB akan tetapi Hasilnya cukup menggembirakan.

Kata Abdullah  Kemma,  ini merupakan sebuah pencapaian yang sangat baik di bidang KB,  karena dari hasil SDKI tahun 2017 menunjukkan adanya penurunan nilai TFR dari 2,6 menjadi 2,4 setelah stagnan lebih dari satu dasawarsa

“Oleh karena itu dalam rangka sinergitas dan peningkatan kuantitas dan kualitas pengelolaan teknis DAK sub bidang KB baik dari tingkat provinsi sampai kabupaten kota maka perlu dilakukan pertemuan tentang juknis pengelolaan dan evaluasi pelaksanaan pengelolaan  sub bidang KB dari tahun-tahun sebelumnya serta perencanaan tahun 2019 ini, “ Ujar Abdullah Kemma berharap agar para peserta serius  mengikuti kegiatan ini dengan baik.

Seperti disampaikan sebelumnya,  Fatnur selaku ketua panitia kegiatan mengatakan bahwa kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka sinergitas dan peningkatan kuantitas kualitas pengelolaan teknis DAK bidang KB baik dari tingkat provinsi,kabupaten/kota sampai pada tingkat kecamatan.

“Kegiatan ini sangat penting dilakukan guna mengidentifikasi permasalahan berdasarkan hasil evaluasi pengelolaan DAK sub bidang KB tahun 2017 . Disamping  mengidentifikasi alternatif pemecahan masalah sekaligus melakukan sosialisasi petunjuk teknis pengalokasian sub bidang KB tahun 2018,” kata Fatnur berharap agar kegiatan ini bisa memberikan pemahaman dan penyamaan persepsi bagi para peserta dalam penggunaan dana alokasi khusus bidang KB dan penggunaan Dana Bantuan Operasional Keluarga Berencana bagi para pengelola dana di tingkat kabupaten/ kota sehingga dana yang digunakan tepat guna, tepat waktu dan tepat sasaran melalui aplikasi Morena .

REDAKTUR : NILAwati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *