Palu Portalsulawesi. com – Selain memberikan dukungan beasiswa kepada dua perguruan tinggi negeri di Kota Palu melalui Program Sosial Bank Indonesia (PSBI), Pihak Bank Indonesia juga secara nyata memberikan dukungannya dalam membantu meningkatkan pengembangan usaha-usaha kecil menengah (UKM) yang bergerak diberbagai bidang usaha baik itu di sektor pertanian, sektor usaha ekonomi kreatip dan berbagai sektor lainnya yang tentunya membutuhkan sentuhan dari pihak perbankan dalam rangka meningkatkan usahanya terutama dalam menambah pasokan bahan pangan didaerah ini guna menekan terjadinya kenaikan inflasi daerah.
Melalui PSBI kali ini, Pihak Bank Indonesia kembali memberikan dukungannya kepada masyarakat Kota Palu khususnya pada para nelayan yang ada di Kampung Lere berupa penyerahan bantuan perahu nelayan. Dengan harapan agar para nelayan kita ini bisa melancarkan dan menambah pasukan ikan di Kota Palu. Sebab kenaikan harga ikan beberapa bulan lalu, sesuai data yang direles oleh BPS Sulteng, menjadi salah satu pemicu inflasi. “Kami berharap dengan bantuan ini, para nelayan kita dapat menambah pasokan ikan segar di palu dan bisa meningkatkan kesejahteraan hidup bagi para nelayan itu sendiri, “ kata Miyono, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah diacara Penyerahan bantuan program sosial Bank Indonesia berupa 10 unit perahu untuk nelayan teluk palu dan 1 sumur bor untuk petani hortikultura, kelurahan Pengawu serta 500 bibit Mangrove yang dirangkaikan dengan Penandatanganan Nota Kesepakatan Program elektronik antara Bank Indonesia dengan Pemerintah Kota Palu. Kegiatan ini berlangsung Kamis (28/12/2017), bertempat di Kasiromu Bank Indonesia.
Para penerima bantuan BI Sulteng melalui PSBI yang dikucurkan oleh pihak BI dengan total bantuan sebesar Rp231 juta. (fhoto:nila)
Miyono mengatakan bantuan perahu yang diberikan untuk para nelayan, sangat dijamin kelayakannya untuk melaut sehingga amanlah bagi para nelayan dan sudah dilengkapi dengan mesin. Selain itu juga disisi pertanian dalam mendukung para petani kita didarah Pengawu yang dilanda kekeringan, Pihak BI juga sudah membuat satu sumur BOR sehingga petani hortikultura yang di Pengawu, bisa memanfaatkan air dari sumur BOR ini dengan baik. “Rencana kesepian, kami akan membuatkan embung didaerah itu, agar petani hortikultura yang ada disekitaran Pengawu bisa memanfaatkan air yang bersumber dari embung itu secara berkelanjutan sehingga tidak lagi bergantung pada kondisi cuaca (hujan) yang tidak menentu. Petani kita tidak lagi mengeluh karena kekeringan,” tutur Miyono berharap agar dengan bantuan pembuatan sumur BOR ini akan lebih meningkatkan produk pertanian terutama menambah pasokan tanaman hortikultura disejumlah pasar yang ada di palu.
Demikian halnya untuk pengembangan UMKM, pihak BI juga sudah melatih kelompok ibu-ibu pembuat tenun donggala. “ Dengan mendatangkan instruktur dari jawa yang ahli dalam pewarnaan dan para ibu dilatih dalam melakukan pewarnaan sehingga hasilnya lebih bagus lagi. Kedepan ini akan kita kembangkan lagi, dan BI akan terus mengawalnya hingga pada proses pemasaran dengan menggandeng salah satu perusahaan besar untuk membantu memasarkan produk hasil tenun Donggala para UMKM kita ini agar menjadi UMKM yang mandiri dan berdaya saing sehingga mampu memberikan dampak positip terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,”ujar Miyono yang sangat optimis bahwa dengan pengembangan berbagai kelompok usaha di masyarakat, kedepan akan mendorong peningkatan pada pertumbuhan ekonomi Sulteng hingga dua digit dengan proyeksi capaian angka antara 7,8 persen hingga 8,2 persen.
Sementara itu, Wakil Walikota Palu, Sigit Purnomo Said sangat mengapresiasi program BI dalam mendukung para nelayan dan petani guna meningkatkan kesejahteraan hidup mereka terutama dalam membantu meningkatkan pasukan bahan pangan didaerah ini. “Kami sangat berterimakasih kepada pihak BI yang turut membantu pemerintah kota palu dalam meningkatkan kesejahteraan para nelayan dan petani hortikultura yang ada di palu. Kedepan kita berharap dukungan yang lebih lagi dari Pihak BI, “ kata Sigit yang sangat bangga atas kepedulian BI dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah khususnya di Kota Palu.
Perlu diketahui bahwa total dukungan yang diberikan oleh pihak BI melalui PSBI kali ini senilai Rp231 juta terdiri dari dukungan untuk pembelian perahu nelayan senilai Rp162 juta, biaya pembuatan sumur BOR senilai Rp49 juta, Biaya pembelian bibit mangrove senilai Rp12.500, dan selebihnya untuk biaya pembelian bak sampah yang akan dibagikan untuk para UKM yang ada di kampung kali. ***
REDAKTUR : NILAWATI









