Menyajikan Fakta Menyuarakan Nurani

​Langka Dipangkalan,  Harga Jual Elpiji 3Kg Melejit Hingga Rp40 Ribuan per Tabung

Tabung gas elpiji 3 kg kosong dipangkalan tapi menjamur di kios pengecer namun harganya sangat mahal dan nyaris tiga kali lipat dari harga eceran tertinggi (Het). Tampak elpiji 3kg dijual di kios pengecer yg di jalan tanjung manimbaya.  (fhoto:nila)

Palu Portalsulawesi. com – Sudah  beberapa hari ini,  keberadaan tabung gas elpiji yang ukuran 3 kg hilang dari pasaran.  Terutama di pangkalan resmi penjualan tabung gas elpiji yang banyak tersebar di Kota Palu.  

Sementara ironisnya keberadaan ppenjualantabungpgas elpiji ukuran 3kg ini tidak langka karena penjualan tabung elpiji yang 3kg banyak dijumpai di tingkat kios pengecer. Namun harga halnya sangat melambung tinggi dengan harga terendah mulai Rp40 ribuan keatas. Tentunya dengan kondisi harga yang terbilang sangat mahal ini,  diharapkan peran pemerintah kota palu untuk segera menyikapi permasalahan ini agar masyarakat tidak resah terutama masyarakat kelas ekonomi kebasah pengguna tabung gas elpiji ukuran 3 kg.  

Terkait hal itu,  kaba ekonomi kota palu , Tamim Tombolotutu mengatakan bahwa pihaknya sudah memerintahkan kepada Satgas K5 yang ada disetiap kelurahan  yang ada di palu,  untuk melakukan sidak  terhadap penjualan tabung gas elpiji ukuran 3 kg yang dijual diatasi Het. “Sudah ada surat edarannya itu dan sudah dibayangkan ke setiap satgas K5 dimasing-masing kelurahan di palu, “ kata Tamim Tombolotutu. 

Sementara terpisah,  Lurah Lolu Selatan Rosana Hardiati yang dikonfirmasi via telpon mengatakan pihaknya akan menindak tegas bilamana ada agen yang menjual diatas Het. “Bilamana kami temukan agen atau pangkalan yang menjual tabung gas elpiji 3 kg diatas  Het,  kami tak segan-segan untuk melaporkannya, “ kata Lurah Lolu Selatan Rosana Hardiati yang mengaku pernah turun ke lapangan  dan mengecek langsung penjualan tabung elpiji 3 kg dan masih dipasarkan seharga het.

Bila petugas ataupun lurah yang turun mengecek harga dilapangan,  pastinya para pengecer ini mengaku menjual dengan harga Het. 

Menanggapi mahalnya penjualan tabung gas elpiji 3kg,  pihak pertamina dalam hal ini Manager Pertamina Area Palu,  Bastian mengakui kalau beberapa hari kemarin,  memang ada problem dari SSPPBE dimana terdapat satu kerusakan mesin sehingga tidak bisa melakukan penyaluran. Namun kata Bastian, mulai hari ini pihaknya sudah bisa menyalurkan kembali secara normal, adapun mengenai stock aman kembali. 

Hanya saja kata dia,  bilamana ada stock di pengecer, namun dipangkalan kosong, pihaknya akan menindaktegas pihak pangkalan untuk tidak melakukan penjualan ke pengecer. “Apabila kedapatan langsung kami PHU, namun kewenangan pertamina untuk menindaktegas hanya sampai di pangkalan saja, “ ujar Bastian berharap agar jangan sampai ada pihak pangkalan yang bermain mata dengan pengecer. 

REDAKTUR :NILAWATI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *