Menyajikan Fakta Menyuarakan Nurani

KRAK Sulteng: Polres Donggala Jangan Hanya “Gertak Sambal” terkait Penegakkan Hukum di Donggala

Salah satu Aset Pemda Donggala yakni Pasar Ikan Desa Tompe yang tampak terbengkalai dan Rusak, Perlu penelusuran terkait Dugaan Penyimpangan Pembangunan pasar Ikan tersebut (Dok.Portalsulawesi)

Palu,portalsulawesi.id- Kinerja Aparat kepolisian Resort Donggala memasuki Triwulan Akhir Tahun 2017 belum menampakkan Hasil apapun,hal ini mengundang sejumlah Komentar dari berbagai Kalangan.

Salah satu Komentar Masyarakat disuarakan Aktivis Anti Korupsi Sulteng,Harsono Bareki yang Juga Koordinator Koalisi Rakyat Anti Korupsi (KRAK) Sulteng ,menurutnya banyak sudah Tulisan dimedia tentang lansiran Kinerja Penegak Hukum di Kabupaten Donggala dalam menangani berbagai Persoalan Khususnya Kasus Dugaan Korupsi.

Akan tetapi menurutnya,hingga memasuki Triwulan Akhir diawal Bulan Desember 2017,semua yang pernah diberitakan terkesan hanya sekedar Gertak sambal,hal ini berdampak kepada tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Kinerja Penegak Hukum.

“Berbagai Kasus dirilis akan ditangani oleh Polres Donggala, tetapi sampai sekarang Ekspos kelanjutan Kasus tersebut terkesan melempem alias semakin tidak jelas “ Ujar Harsono Bereki kepada Portalsulawesi.

“Coba kita ingat kembali Kasus Koni yang Katanya menunggu Hasil Audit BPK, Juga Kasus Pengadaan Kapal Di Dinas Pendidikan di Pulau maputi, Kasus Pembangunan Pagar Sekolah tahun 2017  di Wilayah Balaesang yang Ada Surat perintah Kerja (SPK) dan selesai dikerja tetapi tidak ada Anggarannya, Kasus Ilegal Mining atau Galian C illegal di Rio Pakava ,semuanya Hanya Diawal saja di ekspose,selanjutnya hilang ditelan Bumi “ Urai Aktifis LPNRI Wilayah sulteng ini serius.

Menurutnya,Masyarakat mendukung sepenuhnya Upaya Penegakkan Hukum di Sulawesi Tengah dan di Donggala Khususnya,akan tetapi Kinerja Aparat Penegak Hukum tersebut harus dibarengi dengan Niat suci untuk menyelamatkan uang Negara,bukan Malah turut menikmati hasil Korupsi tersebut.

“Koalisi Rakyat Anti Korupsi Sulteng mendukung Upaya kepolisian Menegakkan Hukum di Kabupaten Donggala,tetapi Harus dengan Niat Suci membangun daerah,bukan Malah jadikan kasus kasus tersebut mesin ATM yang kalau butuh Dana di Gesek saja “ sentilnya.

Sebelumnya,Anggota legislatif DPRD Donggala dari Fraksi Gerindra ,Asgaf Umar pernah mengkritis kinerja Kepolisian Resort Donggala,menurutnya Kinerja Aparat penegak Hukum Di Donggala Lemah.

“Kinerja Polisi di Polres Donggala lemah,masak Kasus Koni yang telah jelas jelas Kerugian Negaranya sampai bertahun tahun tidak ada yang ditetapkan tersangka,ada apa “ Ujar Asgaf Umar diruang Komis I saat berdiskusi dengan sejumlah Wartawan Bulan lalu.***

Reporter : Heru

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *