Menyajikan Fakta Menyuarakan Nurani

Bela Sekutunya Israel,Amerika Keluar Dari Dewan HAM PBB

Presiden Amerika,Donald Trump (Ist)

WASHINGTON,portalsulawesi.id — Pemerintah Amerika hari Selasa mengumumkan resmi keluar dari Dewan HAM PBB, dan menuduh Dewan itu “sejak lama telah menjadi pelindung pelanggar hak asasi manusia dan tempat kotor yang penuh bias politik.”

Wakil tetap Amerika untuk PBB Nikki Haley mengumumkan hari Selasa di departemen luar negeri Amerika bahwa “sudah jelas bahwa seruan kami supaya diadakan reformasi di Dewan HAM PBB itu tidak diperhatikan, dan para pelanggar HAM terus duduk dan diangkat untuk duduk dalam Dewan itu.”

Kata Haley lagi, setahun yang lalu ia telah menjelaskan garis-garis besar prioritas Amerika untuk mendorong pelaksanaan HAM yang baik, “dan saya telah menyatakan bahwa Amerika akan tetap menjadi anggota Dewan HAM itu apabila reformasi-reformasi yang mendasar telah dilakukan.”

“Tetapi, rezim-rezim yang paling kejam di dunia terus saja tidak mendapat sorotan, dan Dewan HAM ini terus mempolitikkan dan mengambing-hitamkan negara-negara yang punya catatan HAM yang positif dalam usaha untuk mengalihkan perhatian dari negara-negara yang melanggar prinsip HAM itu,” kata Nikki Haley,seperti dikutip dari VOA Indonesia.

Korban kekejian Pasukan Israel Yang Jelas Jelas Melanggar HAM,Amerika Diam tak Bereaksi (Istimewa)

“Karena itu, seperti kami katakan tahun lalu, kalau kami tidak melihat kemajuan apapun, Amerika secara resmi menyatakan diri keluar dari Dewan HAM PBB ini,” kata Haley.

Ia menambahkan dengan keluarnya Amerika dari badan PBB itu, “tidak berarti Amerika mundur dari komitmennya untuk mendorong pelaksanaan HAM yang baik.”

“Justru komitmen kami itu tidak mengizinkan kami untuk terus menjadi bagian dari sebuah organisasi yang hanya membesar-besarkan diri sendiri dan menghina HAM,” tegasnya.

Dilansir dari Tempo.co, Haley menuding Dewan melakukan bias terhadap Israel, yang merupakan sekutu Amerika, dan gagal membuat para pelanggar HAM bertanggung jawab.

“Para pelanggar HAM terus berkuasa dan terpilih di Dewan ini. Rezim-rezim paling tidak manusiawi di dunia terus menerus lolos dari pemeriksaan. Dewan juga terus-menerus mempolitisasi dan mengkambinghitamkan negara-negara dengan rekam jejak HAM yang positif sebagai upaya mengalihkan perhatian dari pelanggar HAM di jajarannya,” kata Haley, yang didampingi Menteri Luar Negeri Mike Pompeo, seperti dilansir CNN, Selasa, 19 Juni 2018.

Haley mengatakan Dewan HAM PBB telah terlalu lama menjadi pelindung para pelanggar HAM dan menjadi kolam bias politik.

Media CBS melaporkan Nikki menyebut Dewan sebagai organisasi yang tidak layak menyandang namanya. Dia menyebut negara-negara seperti Cina, Kuba, dan Venezuela sebagai negara yang kerap melanggar HAM. Namun Dewan HAM PBB memilik bias kronis terhadap Israel.

Mike Pompeo, seperti dilansir Times of Israel, mengatakan Dewan HAM PBB dulu pernah menjadi lembaga yang memiliki visi mulia. “Namun Dewan sekarang menjadi pembela HAM yang lemah,” ujarnya.

Keduanya mengatakan keputusan Amerika keluar dari Dewan HAM PBB setelah selama setahun terakhir berupaya melakukan reformasi di lembaga ini, tapi tidak berhasil.

Times of Israel melansir Dewan HAM PBB, yang dibentuk pada 2006, kerap membuat laporan yang menyoroti kebijakan Israel terhadap Palestina, dan ini membuat Amerika menjadi marah.

“Sejak dibentuk, Dewan mengadopsi lebih banyak resolusi yang mengecam Israel dibanding seluruh dunia jika digabungkan,” ucap Pompeo.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyambut baik langkah Amerika dan menyebut Dewan HAM PBB sebagai organisasi bias anti-Israel dan telah mengkhianati misinya dalam melindungi HAM.***

Sumber : VOA dan Tempo.CO

Artikel berita Ini sudah Tayang di Tempo.CO dan VOA Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *