Parimo – portalsulawesi.id Pemadaman listrik yang tidak beraturan sudah sering terjadi beberapa hari terakhir, kejadian ini di keluhkan oleh warga Tomini dan Mepanga , pasalnya pemadaman yang tidak beraturan dan tanpa info yang jelas dari pihak PLN ini bisa menjadikan biaya pembayaran listrik meningkat serta mulai banyaknya alat – alat elektronik hangus disebabkan oleh listrik yang mati- mati ayam.
“Biaya pembayaran listrik meningkat, dan alat elektronik kami mulai banyak yang hangus pak, kami butuh penjelasan secara resmi dari pihak PLN serta tanggung jawab terkait kerugian kami, ini ada apa sebenarnya, mengapa lampu siang malam mati, durasi matinya lebih lama dari durasi menyala, tadi siang saja (03/04) mati hingga 3 kali dengan durasi yang lama dan malam ini lagi padam, belum lagi hari-hari kemarin” tutur salah seorang warga tomini dengan kesal
Warga menyesalkan pemadaman yang tidak teratur, dan meminta agar pemerintah ikut memperhatikan keadaan listrik di PLN Rayon Kotaraya dan ikut menginvestigasi kinerja dari PLN Rayon Kotaraya terkait pemadaman tersebut.
“Kami berharap ada pemerintah yang turun langsung untuk melihat kondisi listrik diwilayah ini, terlebih kepada Anggota DPRD kabupaten Parigi moutong, jangan nanti saat pemilihan legislatif baru turun melihat keadaan rakyat. Saat ini perlihatkan bentuk kepedulian kalian kepada rakyat kecil” tutur Agus warga Desa Kotaraya Kecamatan Mepanga.
Ia pun menambahkan, terkait pemadaman listrik yang tidak beraturan ini banyak yang merasa dirugikan dengan kejadian ini.
“Rakyat mengecam kejadian ini, yang rugi rakyat harus menambah biaya sana sini untuk bayar listrik yang harus tepat waktu yang nilainya sangat mencekik ditambah dengan alat elektronik kami yang banyak rusak” imbuhnya
Sementara itu, ketua KNPI Kecamatan Ongka Malino, Taufik sangat menyayangkan kondisi krisis listrik ini, yang sangat meresahkan warga
“Kalaupun ada masalah, disampaikan secara terbuka kepada publik, dalam waktu dekat ini kami tengah membentuk Aliansi Peduli PLN, yang nantinya akan melakukan demo mempertanyakan terkait pemadaman ini” tutur Taufik
Kepada media ini, kepala PLN Rayon Kotaraya, Made Agus menjelaskan bahwa penyebab sering matinya listrik ini karena sering blackout dan trip jaringan dari lambunu maupun moutong
“Mesin kami 1000MW itu rusak, sehingga kami butuh listrik dari wilayah moutong, belum lagi suku cadang mesin tersebut harus kita pesan dari luar negeri” tutur Made Agus beberapa waktu lalu
Saat media ini mempertanyakan mengenai umur mesin tersebut, apakah perlu diganti mengingat sudah sering jadi alasan pihak PLN Rayon Kotaraya akan kerusakan mesin maupun lainnya saat listrik padam, sehingga tidak perlu lagi untuk tergantung listrik dari moutong yang jaringannya sering trip dan blackout, kepala PLN Rayon Kotaraya memilih diam,
Demikian juga halnya, saat media ini meminta nomor kepala PLN Pusat Toli-Toli, untuk mengkonfirmasi serta melaporkan secara langsung terkait pemadaman yang sudah tidak dapat di tolerir ini kepada pimpinan PLN Toli-Toli, kepala PLN Rayon Kotaraya, Made Agus hanya mengarahkan media untuk menghubungi humas PLN Toli-Toli, bukan kepada pimpinannya
Reporter : Yunus











