Menyajikan Fakta Menyuarakan Nurani

Esensinya Makna Hari Kartini Adalah Membangun Kecerdasan

PALU, Portalsulawesi. Com – Hari Kartini bukan hanya seremonial memakai baju daerah, bersanggul dan sebagainya. Tapi esensinya adalah membangun kecerdasan. Bagaimana membangun kecerdasan kaum perempuan agar
bisa mendapatkan persamaan hak dalam berbagai ranah kehidupan, khususnya pendidikan namun harus tetap menjunjung tinggi kodrat kewanitaannya.
Menurut pandangan Hj.Norma Mardjanu, sebagai Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Setdaprov Sulteng, momentum hari Kartini yang selama ini selalu diperingati dengan simbol-simbol kewanitaan seperti pakaian baju daerah, parade baju daerah, lomba memasak, lomba busana, lomba merias. Dan seakan sudah mentradisi seremonialnya mulai dari sekolah dan kini merambah di perkantoran. ”Saya melihat peringatan Hari Kartini hanya sebatas pada seremoni, tanpa menyentuh aspek substansi tentang makna emansipasi wanita. Padahal semestinya, ini dijadikan sebagai momentum untuk melakukan introspeksi diri agar tetap tumbuh, dari posisi hari ini menjadi lebih baik lagi di masa datang.
Karena yang diharapkan dalam memaknai Hari Kartini adalah bagaimana membangun kecerdasan pada diri kita sendiri agar bisa setara dengan pria, bisa lebih cerdas dalam berbagai hal, seperti cerdas dalam belajar agar terbebas dari kebodohan, terbebas dari kemiskinan, terbebas dari keterkungkungan dan cerdas dalam hidup agar berguna bagi masyarakat, bangsa dan agama,” kata Hj.Norma Mardjanu.
Hari Kartini adalah momentum untuk menjadikan diri kita hari ini dan esok lebih terang dari hari sebelumnya. Karena itu, bagaimana kita kaum perempuan bisa membentuk diri, mendorong kiprah perempuan agar bisa diberdayakan dan bisa setara dengan laki-laki. Paling tidak perempuan punya potensi yang bisa dimanfaatkan dan memberikan kontribusi yang lebih untuk daerah, berkontribusi dalam membangun Sulawesi Tengah menjadi provinsi yang maju, mandiri dan berdaya saing.
“Saya melihat sudah cukup banyak perempuan-perempuan di Sulteng yang kiprahnya sudah setara dengan pria baik di lembaga eksekutip maupun di lembaga legislatip. Dan hampir rata-rata memiliki peran yang sangat strategis. Sebab perempuan punya banyak peluang untuk bisa mensetarakan dirinya dengan kaum pria,” tuturnya.
Dan tak dipungkiri bahwa karena perannyalah, Pembentukan karakter anak diawali oleh perempuan. Artinya, perempuan juga mampu mensetarakan peran dirinya dengan kaum laki-laki. Bahkan isitmewanya perempuan memiliki peran ganda yang berkelebihan dalam melahirkan jiwa kepemimpinan. Hanya saja yang perlu ditekankan bahwa dalam kipprahnya perempuan jangan sampai terlibat hoax yang dapat memnghilangkan kepercayaan diri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *