Menyajikan Fakta Menyuarakan Nurani

Polres Sigi endus Keberadaan Besi Tower Sutet yang Hilang di Curi

Kapolres Sigi,AKBP Agung Kurniawan SIK. (Foto :Heru)

Sigi,portalsulawesi.id- Raibnya Ratusan batang besi dari beberapa tower Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTET) di Wilayah Sidera, Kabupaten Sigi yang diduga Kuat dicuri orang tak dikenal mulai mendapat titik terang, kerja Keras Aparat Polres Sigi mengungkap Kasus ini patut di apresiasi.

Hal ini dengan ditemukannya beberapa Potongan besi Yang diduga Kuat Hasil Kejahatan di Lokasi Tower SUTET yang telah di Preteli oleh Pencuri,Potongan Besi Besi Tower SUTET ditemukan Tim Buser Polres Sigi di suatu Tempat Penampungan Barang di Sekitar Kota Palu dan Sigi.

“ Beberapa Potongan Besi yang Diduga Kuat Milik PLN yang berasal dari Tower SUTET sudah Kami Temukan,Aparat kami sementara Melakukan Pengembangan dilapangan,Barang Hasil Curian itu ditampung di salah satu Gudang Penadah,untuk Lokasinya nantilah kami sekalian ekspose “ Ujar AKBP Agung Kurniawan SIK kepada Portalsulawesi di Mapolres Sigi.

Menurut Kapolres,Pelaku Pencurian diduga Kuat adalah pemain Lama yang Pernah Tersandung Kasus pencurian Sejenis,tetapi untuk Kepentingan penyidikan ,Agung Kurniawan yang sebentar lagi menjabat Wadansat Brimob Polda Bengkulu belum merilis Nama Tersangka.

“Masih Terus Kita Kembangkan,yang Jelas Beberapa Batang Besi Itu sudah kami temukan di Penadah,ini akan mempermudah mendapatkan siapa Pelakunya,nanti saya kabari Kalau sudah ekspose “ Kata Kapolres Sigi.

Seperti diketahui, Ratusan batang besi dari beberapa tower Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTET) di Wilayah Sidera, Kabupaten Sigi, hilang dicuri orang tak dikenal. Hilangnya ratusan besi siku penopang tower ini membuat PLN Area Palu khawatir, karena tower-tower tersebut rawan roboh.

Parahnya lagi, pelaku pencurian mencopot puluhan batang besi dalam satu tower.

“Kejadian pencurian dua hari lalu yang paling parah. Pada satu tower, sebanyak 65 batang besi yang dicuri. Jumlah itu mencapai seperempat dari jumlah besi yang ada dari satu tower,” kata Asisten Manager Operasi 2 Sulteng, AP2B PLN Minahasa, Mudjoko di Palu, Rabu (7/3/2018) seperti yang dikutip dari Jurnalsulawesi.com.

Mudjoko mengatakan, meskipun jalur tersebut merupakan tanggungjawab AP2B Minahasa, namun hal itu akan merugikan kelistrikan di wilayah PLN Area Palu.

“Kejadian ini sudah kami laporkan di Polres Sigi sebanyak empat kali. Termasuk kejadian terbaru yang hilang dua hari lalu. Ini sangat mengkhawatirkan, karena jalur tower yang dicuri mengangkut daya listrik dari PLTA Sulewana Poso,” jelasnya.

Mudjoko menjelaskan, pencurian besi ini dimulai dari tower 4 sampai tower 11. Kurang lebih 200 batang besi tower yang telah dicuri. “Ditambah dua tower dua hari lalu, berarti sudah 11 tower yang besinya dicuri. Jika seperempat besi dalam satu tower sudah hilang, maka konstruksi tower tersebut pasti akan lemah, tidak kuat. Jadi tower itu sangat mungkin ruboh jika ada angin kencang maupun gempa,” kata Mudjoko didampingi Manager Tragi Palu AP2B Minahasa Arther Mangundap dan Supervisor Tragi Palu Benny Lakawa.

Mudjoko mengatakan kejadian pencurian besi tower ini dimulai sejak September 2017. “Mulai September, Oktober dua kali pencurian tower, dan Desember juga ada kejadian pencurian,” imbuhnya.

Mudjoko mengungkapkan hingga saat ini kasus ini masih dalam penyidikan pihak Polres Sigi. “Tower ini dibangun pada 2013. Tim pengawas ada, yaitu mandor line, yang melakukan pengecekan tower,” katanya.

Mudjoko mengimbau kepada warga yang berada di wilayah tower PLN berdiri untuk membantu mengawasi keberadaan tower tersebut. “Jadi 11 tower ini sudah beroperasi. Kejadian ini akan sangat berdampak pada sistem operasional kelistrikan di Kota Palu,” katanya.

“Jalur ini adalah jalur pengambilan daya dari PLTA Sulewana untuk menyuplai listrik di Kota Palu. Jadi jika terjadi gangguan, mislanya dengan robohnya tower ini, dampaknya sebagian Kota Palu akan padam, Tawaeli dan Kabupaten Parigi kemungkinan besar padam total,” katanya.***

Reporter : Heru

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *